JEMBRANAEXPRESS.COM – Dua ekor sapi jantan peternak Baturiti, Kabupaten Tabanan, terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto di Hari Raya Idul Adha 2025.
Kedua sapi yang dipilih Presiden Prabowo tersebut merupakan hasil ternak I Wayan Doni Ardhita, warga Desa Perean Kangin, dan masing-masing memiliki bobot mencapai 500 kilogram.
Harga pembelian untuk dua ekor sapi kurban itu mencapai Rp 80 juta. Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh tim gabungan dari Dinas Pertanian Provinsi Bali dan perwakilan dari Sekretariat Presiden, dengan memperhatikan aspek kesehatan, bobot, serta kelengkapan administrasi seperti ear tag dan riwayat vaksinasi PMK.
Sapi Kurban Idul Adha Bantuan Presiden ini merupakan bagian dari program tahunan pemerintah pusat yang rutin menyalurkan hewan kurban ke berbagai daerah.
Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia, menyebutkan bahwa keterlibatan peternak lokal dalam program ini membuktikan kualitas sapi Bali yang unggul dan memenuhi standar nasional.
“Ini bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat kepada peternak lokal. Seleksi sapi dilakukan selama satu minggu penuh, dengan pengawasan ketat dari tim,” terang Subagia, Senin (2/6).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Gde Eka Parta Ariana, menambahkan bahwa sebelum disetujui sebagai sapi kurban Presiden, ternak tersebut telah melalui berbagai tahap uji kesehatan dan administrasi.
Setelah dinyatakan layak, Sekretariat Presiden langsung melakukan pembelian dan mentransfer dana ke rekening peternak secara resmi.
Tak hanya dibeli, sapi-sapi tersebut juga mendapat dukungan biaya perawatan hingga proses pengiriman ke lokasi penyembelihan, yakni Masjid Agung Tabanan dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Terpilihnya sapi dari peternak Tabanan sebagai hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Ini juga menjadi motivasi besar bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya.
“Program ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga semangat bagi peternak agar sektor peternakan Tabanan makin maju dan berkelanjutan,” tutup Eka Parta.(*)
Editor : Suharnanto