JembranaExpress.Com - Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah, mendorong penerapan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar sebagai solusi konkret mengatasi persoalan sampah di Bali.
De Gadjah mengungkapkan bahwa ide ini diperoleh dari rekannya di Jakarta yang telah berpengalaman dalam pengelolaan sampah dan meraih berbagai penghargaan.
Menurutnya, teknologi ini tidak hanya mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga: Bupati Klungkung Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan
Konsepnya cukup sederhana: sampah plastik dibeli dari masyarakat, kemudian diolah menjadi bahan bakar solar, sehingga limbah rumah tangga tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi menjadi sumber penghasilan.
“Ini saya dapat dari rekan di Jakarta yang sudah terjun di bidang ini dan sering mendapat penghargaan. Sampah plastik bisa dibeli, lalu diolah jadi bahan bakar solar, jadi punya nilai ekonomi,” ujar De Gadjah, Rabu (8/4/2026).
Sebagai contoh sukses, Bank Sampah Banjarnegara, Jawa Tengah, telah mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar diesel bernama Petasol menggunakan teknologi fast pyrolysis.
Inovasi ini mampu memproses hingga 200 liter BBM per hari serta memberdayakan lebih dari 8.000 nasabah bank sampah.
Humas Bank Sampah Banjarnegara, Akhem Mona, menjelaskan plastik rumah tangga seperti kantong kresek, bungkus mi instan, hingga styrofoam dikumpulkan untuk kemudian diolah dengan mesin khusus.
Plastik dimasukkan ke reaktor yang dipanaskan, bukan dibakar, sehingga mencair dan menguap, lalu uapnya didinginkan menjadi BBM setara solar.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun hingga Februari 2026, Dorong UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Hasilnya cukup signifikan: dari 50 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan sekitar 40 liter Petasol. Menurut Akhem, model ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi Bali dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis sampah menjadi energi.
Harga mesin untuk kapasitas pengolahan 50 kilogram sampah plastik dijual seharga Rp 167 juta, belum termasuk biaya kirim dan pemasangan teknisi. Mesin tersedia dalam kapasitas 50 kilogram hingga 5 ton per hari, menyesuaikan kebutuhan.
Dengan dorongan dari De Gadjah dan keberhasilan contoh di Banjarnegara, penerapan teknologi ini di Bali berpotensi menjadi langkah inovatif dalam menangani sampah plastik sambil menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa