Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

PKB XLVIII 2026 Usung Tema Atma Kerthi, Bali Siap Jadi Pusat Seni Dunia

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:31 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster. (ist)
Gubernur Bali I Wayan Koster. (ist)

 

JembranaExpress.Com - Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Event tahunan yang menjadi etalase seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali ini akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

 

Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026, Selasa (12/5) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, menegaskan bahwa PKB harus dikelola secara profesional dan berkualitas karena telah menjadi perhatian internasional sebagai ajang pelestarian seni, budaya, dan identitas Bali di mata dunia.

Baca Juga: Komisi II DPRD Jembrana Dorong PDAM Tangkap Peluang Proyek Strategis dan Tingkatkan Layanan

Dalam kesempatan tersebut, Koster didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.

 

Menurut Koster, sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal. Ia menilai tema yang diusung kerap tidak selaras dengan pertunjukan yang ditampilkan, tata pelaksanaan belum terintegrasi, serta stand pameran UMKM masih dikenakan biaya.

 

“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” ujar Koster.

 

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng itu menegaskan tata kelola PKB harus menjadi perhatian serius agar pelaksanaannya berjalan tertib, aman, nyaman, dan berkualitas.

Baca Juga: Mutasi dan Promosi Jabatan Perkuat Soliditas dan Pelayanan Polres Jembrana

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan kebersihan selama pelaksanaan PKB. Pengunjung diminta tertib dan tidak membuang sampah sembarangan, sementara pedagang diimbau tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan di Bali.

 

Selain kebersihan, Koster menekankan aspek keamanan selama pelaksanaan PKB. Menurutnya, sistem keamanan harus diperkuat agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menghadiri berbagai rangkaian kegiatan seni budaya. Pemasangan CCTV di sejumlah titik juga dinilai penting untuk mendukung pengawasan.

 

Koster turut meminta keamanan makanan dan minuman menjadi perhatian serius panitia agar seluruh produk yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.

 

“Tak hanya itu, pendataan jumlah penonton yang hadir setiap hari juga perlu dilakukan secara tertib agar panitia dapat mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB berlangsung,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Kembang Iringi Keberangkatan 58 Bhikkhu “Indonesia Walk for Peace” Lanjutkan Perjalanan Spiritual dari Bali ke Jawa

Terkait pengelolaan parkir, Koster meminta kerja sama yang baik dengan desa adat di sekitar lokasi guna mendukung kelancaran dan kenyamanan pengunjung.

 

Menurutnya, keseluruhan rangkaian acara PKB tahun ini sudah sangat padat dan mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

 

“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga: Dua Anak Selamat, Sang Ayah Meninggal di Perairan Muara Perancak

Koster menambahkan, konsistensi pelaksanaan PKB setiap tahun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Ia menyebut hanya Bali yang mampu melaksanakan pesta kesenian daerah secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian seni, adat, dan budaya daerah.

 

“Saya berharap Prabowo Subianto bisa hadir membuka pawai Pesta Kesenian Bali,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana menjelaskan PKB XLVIII Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna memuliakan jiwa paripurna.

Baca Juga: Bupati Jembrana Hadiri Loka Sabha VIII MGPSSR, Tekankan Kualitas Persaudaraan Pasek

Tema tersebut berfokus pada penyucian jiwa, refleksi diri, serta pemuliaan manusia melalui aktivitas seni yang berkaitan dengan kesucian.

 

“Tema ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih, dan suci,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, seni dan budaya dalam PKB tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga medium spiritual yang menuntun manusia menuju kesadaran diri yang luhur dan harmonis dengan alam semesta.

Baca Juga: Bupati Jembrana Lepas 90 Calon Jamaah Haji 2026, Tambah Bantuan Hotel di Surabaya

PKB XLVIII Tahun 2026 akan menghadirkan berbagai agenda utama, di antaranya Peed Aya (Pawai), Kandarupa (Pameran), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Kriyaloka (Lokakarya), Wimbakara (Lomba), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha, Jantra Tradisi Bali, hingga Bali World Culture Celebration.

 

“Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa akan terlibat dalam pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#seni budaya bali #wakil gubernur bali i nyoman Giri prasta #Gubernur Bali I Wayan Koster #pesta kesenian bali #bali