JembranaExpress.Com - Semangat menjaga kelestarian alam berpadu dengan nilai spiritual Hindu dalam kegiatan Aci Pertiwi yang digelar Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB) Kabupaten Gianyar berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, organisasi kepemudaan, dan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar di areal Pura Puseh Desa Puakan, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Lupa Tinggalkan HP di Warung Es, Korban Rugi Rp16 Juta, Pelaku Akhirnya Ditangkap
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Tumpek Wariga melalui aksi nyata penanaman tanaman bunga, pohon kelapa, dan tanaman perindang di kawasan pura dan lingkungan sekitarnya.
Ratusan peserta dari berbagai unsur tampak antusias mengikuti kegiatan ekoteologi tersebut. Mulai dari pelajar SMP, SMA, dan SMK se-Kecamatan Tegallalang, organisasi kepemudaan, tokoh adat, hingga instansi pemerintah turut bergotong royong melakukan penghijauan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Gianyar, I Ketut Mudana, yang mengapresiasi sinergi generasi muda Hindu dalam menghidupkan gerakan pelestarian lingkungan berbasis nilai agama.
Menurutnya, momentum Tumpek Wariga tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi juga menjadi pengingat penting untuk menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Bali.
“Momentum Tumpek Wariga tidak hanya dimaknai sebagai ritual semata, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjaga keseimbangan alam. Kegiatan Aci Pertiwi ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, tokoh agama, dunia pendidikan, dan generasi muda,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PHDI Kabupaten Gianyar, Majelis Desa Adat (MDA), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, pimpinan OPD, unsur masyarakat, hingga organisasi kepemudaan di Kabupaten Gianyar. Dari Kementerian Agama Gianyar juga hadir perwakilan Seksi Urusan Agama Hindu.
Ketua APHB Gianyar, I Wayan Degus Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan Aci Pertiwi tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual masyarakat.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Petugas Periksa Ratusan Kambing Kurban di Jembrana, Temukan Hewan Sakit dan Cacat
Selain penanaman pohon, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, pemilihan Desa Puakan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Desa tersebut memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan spiritual Hindu di Bali, khususnya berkaitan dengan perjalanan Rsi Markandya dalam penyebaran agama Hindu di Pulau Dewata.
“Puakan memiliki nilai sejarah karena berkaitan dengan Bali Tengah dan perjalanan Rsi Markandya. Desa ini juga layak menjadi percontohan karena masyarakatnya masih sangat lekat dengan adat, budaya menyama braya, dan menjaga kelestarian alam,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan STT, prajuru desa adat, serta elemen masyarakat menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu organisasi semata.
“Bukan hanya APHB, semua pihak harus bergerak bersama. Tantangan kehidupan adat di Bali semakin berat, sehingga kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus dijaga,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkab Jembrana Bagikan Hewan Qurban ke 69 Masjid, Anggaran Naik Jadi Rp246 Juta
Melalui kegiatan Aci Pertiwi, APHB Gianyar berharap gerakan ekoteologi tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi budaya bersama dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas Hindu di Bali.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa