JembranaExpress.Com - Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali memaksa aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk–Ketapang dihentikan sementara pada Selasa (28/7/2026). Angin kencang yang disertai gelombang tinggi membuat otoritas pelabuhan menutup operasional demi menjamin keselamatan pelayaran.
Baca Juga: Rumah Warga di Desa Pengelatan Buleleng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Juta
Penghentian sementara diberlakukan mulai pukul 11.10 Wita. Dampaknya, ratusan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus antarkota hingga truk logistik, tertahan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Area parkir pelabuhan pun dipenuhi kendaraan yang menunggu kondisi cuaca kembali bersahabat.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Alit Murdiasa, mengatakan keputusan menghentikan sementara operasional penyeberangan merupakan langkah antisipatif untuk mencegah potensi kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.
“Keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa menjadi prioritas utama. Karena kondisi angin kencang dan gelombang tinggi dinilai membahayakan pelayaran, operasional penyeberangan dihentikan sementara hingga situasi kembali aman,” ujarnya.
Baca Juga: Hadapi 13 Ancaman Bencana, BPBD Karangasem Perkuat Kesiapsiagaan Penyandang Disabilitas
Selama penutupan berlangsung, personel kepolisian bersama petugas pelabuhan dan instansi terkait disiagakan untuk mengatur arus kendaraan, memberikan informasi kepada para pengguna jasa, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.
Petugas juga terus memantau perkembangan cuaca di perairan Selat Bali sebagai dasar penentuan pembukaan kembali layanan penyeberangan.
Setelah kondisi cuaca dinilai membaik, operasional lintas Gilimanuk–Ketapang akhirnya kembali dibuka sekitar pukul 13.45 Wita. Dengan demikian, penghentian layanan berlangsung selama kurang lebih dua jam 35 menit.
AKP Gusti Alit Murdiasa mengimbau masyarakat yang hendak menyeberang agar selalu memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca maupun operasional pelabuhan sebelum melakukan perjalanan.
Baca Juga: Pengurugan TPA Mandung Capai 90 Persen, Tabanan Segera Tinggalkan Sistem Open Dumping
“Kami menghimbau masyarakat yang akan menyeberang agar selalu memperhatikan informasi resmi terkait kondisi cuaca dan operasional pelabuhan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa