Alami Krisis Air Saat Musim Kemarau, 70 KK di Pendem Jembrana Bergantung Bantuan Distribusi Air Bersih

I Gde Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:38 WIB
KRISI AIR : Distribusi air bersih di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. (ist)
KRISI AIR : Distribusi air bersih di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. (ist)

JembranaExpress.Com - Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Jembrana. Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pancardawa dan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, kini bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari BPBD. Bahkan, sebagian warga terpaksa berjalan jauh ke sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Baca Juga: Buleleng Disiapkan Jadi Lokasi Wall Panjat Tebing Bertaraf Internasional, Target Dibangun 2027

Pantauan di lokasi, sejumlah bak penampungan air bantuan BPBD yang ditempatkan di dua lingkungan tersebut tampak kosong. Warga mengeluhkan distribusi air bersih yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan, karena pengiriman hanya dilakukan dua hari sekali, bahkan sempat terhenti hingga tiga hari.

 

Salah seorang warga Lingkungan Dewasana, Ni Nyoman Ariani, 54, mengatakan kesulitan air bersih sudah dirasakan sekitar sebulan terakhir. Kondisi itu membuat warga sangat bergantung pada bantuan BPBD.

 

“Kalau mencari air ke sungai harus jalan kaki cukup jauh. Kami sangat berharap bantuan air bisa dikirim setiap hari,” ujarnya, Sabtu (1/8).

 

Menurut Ariani, setiap kali bantuan air datang, isi bak penampungan langsung habis karena digunakan oleh seluruh warga yang mengalami kesulitan air bersih. Ia menyebut banyak warga lanjut usia hingga penyandang disabilitas yang juga bergantung pada pasokan tersebut.

Baca Juga: Toyota Rush Tabrak Pembatas Jalan dan Tiang Lampu di Tol Bali Mandara, Tiga Orang Terluka

“Kemarin baru datang langsung habis. Banyak lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan air ini,” katanya.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan distribusi air bersih ke Kelurahan Pendem telah dilakukan secara terjadwal. Krisis air terjadi karena sumber air pegunungan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat mengalami penurunan debit akibat musim kemarau.

 

Menurutnya, wilayah tersebut tidak menggunakan layanan PDAM, melainkan jaringan pipa milik desa adat yang mengambil sumber air dari pegunungan.

Baca Juga: GWK Gelar Pesta Rakyat 2026, Hadirkan Permainan Tradisional hingga Konser D’Masiv dan Juicy Luicy

“Karena musim kemarau, debit air pegunungan menurun sehingga pasokan ke masyarakat ikut berkurang,” jelasnya.

 

Artana menambahkan, BPBD juga menghadapi keterbatasan pasokan karena pengambilan air dari PDAM dibatasi menyusul menurunnya debit air di instalasi PDAM.

 

Ia menegaskan, air yang didistribusikan diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat, seperti minum dan memasak, sesuai standar kebutuhan air bersih per orang.

Baca Juga: Mulai 5 Agustus, ASDP Berlakukan Sterilisasi Penuh di Enam Pelabuhan, Gilimanuk-Ketapang Jadi Prioritas

“Sementara data yang kami terima masih 70 KK terdampak. Dengan jumlah tersebut, distribusi 5.000 liter dalam sekali pengiriman seharusnya dapat memenuhi kebutuhan selama dua hingga tiga hari,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
lingkungan dewasana kelurahan pendem lingkungan pancardawa krisis air Kabupaten Jembrana