JembranaExpress.Com - Semangat gotong royong krama Desa Adat Kuta dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan manusa yadnya mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Bupati Adi Arnawa menghadiri Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah) yang dipusatkan di Bale Peyadnyan, Pura Segara, Kelurahan Kuta, Kamis (10/9).
Baca Juga: Liontin Turis Rusia Rp47 Juta Dirampas di Kuta, Remaja asal Karangasem Akui Berulang Kali Menjambret
Rangkaian upacara massal tersebut menghadirkan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh sebagai Yajamana Karya.
Selain Bupati Adi Arnawa, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti. Ketiganya hadir sebagai upasaksi sekaligus mengikuti prosesi Ngastawang.
Wagub Giri Prasta dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemprov Bali bersama Pemkab Badung terus bersinergi dalam penataan kawasan Kuta. Salah satunya melalui rencana pengembangan moda transportasi Trem.
Di tengah berbagai perkembangan pembangunan tersebut, Giri Prasta mengingatkan agar persatuan krama adat tetap dijaga.
“Masyarakat Kuta harus menjadi tuan di rumahnya sendiri. Kami mendoakan agar pelaksanaan upacara berjalan lancar dan krama Desa Adat Kuta tetap bersatu-padu menanggung suka dan duka,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kebersamaan krama Desa Adat Kuta dalam menyelenggarakan upacara secara massal.
Baca Juga: Kuta Tetap Jadi Primadona Wisatawan, Mamaka Bali Tawarkan Family Swagger Suites
Menurutnya, pelaksanaan upacara secara bersama-sama tidak hanya memperkuat persatuan krama, tetapi juga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Selain dapat meringankan beban ekonomi krama, pelaksanaan upacara massal yang dikerjakan secara bersama-sama oleh 13 Banjar ini menjadi bukti nyata kokohnya kebersamaan dan tradisi gotong royong warga Desa Adat Kuta,” kata Adi Arnawa.
Pemkab Badung, lanjutnya, berkomitmen untuk terus hadir memberikan dukungan terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya di Kabupaten Badung.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya di Kabupaten Badung,” imbuhnya.
Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana menjelaskan, rangkaian upacara massal tersebut mencakup sejumlah prosesi. Di antaranya Ngaben yang diikuti 12 sawa, Nyekah sebanyak 91 sawa, Warak Keruron 60 sawa, Ngelangkir 20 sawa, serta Mepandes yang diikuti 68 orang.
Baca Juga: Liga Jembrana 2026 Resmi Bergulir, 10 Tim Berebut Gelar Juara
Puncak karya adat tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat (11/9).
Seluruh banten dalam rangkaian upacara dikerjakan secara gotong royong oleh serati banten dari 13 banjar yang ada di Desa Adat Kuta.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali yang telah banyak membantu, serta krama yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini,” jelas Alit Ardana.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa