Bayi Telantar Ditemukan di Songan, Sempat Dirawat karena Sesak Napas, Kini Ditangani Dinsos

I Made Mertawan • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:52 WIB
TELANTAR: Direktur RSUD Bangli dr. I Dewa Oka Darsana, Sp.An., menggendong bayi telantar sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial Bangli, Kamis (10/9). (ist)
TELANTAR: Direktur RSUD Bangli dr. I Dewa Oka Darsana, Sp.An., menggendong bayi telantar sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial Bangli, Kamis (10/9). (ist)

JembranaExpress.Com - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Bangli menerima seorang bayi laki-laki yang berstatus telantar dari Polres Bangli. Bayi tersebut sebelumnya disebut ditemukan warga di Desa Songan, Kecamatan Kintamani.

 

Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Bangli I Wayan Jimat membenarkan pihaknya telah menerima bayi tersebut. Penyerahan dilakukan setelah bayi menjalani perawatan di RSUD Bangli sejak Senin (7/9).

Baca Juga: Hukum Karmaphala dalam Tutur Lebur Gangsa, Warisan Teks Bali tentang Etika dan Tanggung Jawab

Jimat mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan secara detail asal-usul bayi tersebut. Namun, penyerahan dari kepolisian telah dilengkapi surat keterangan telantar.

 

“Kami menerima bayi setelah di rumah sakit dari Polres lengkap dengan surat keterangan terlantar, iya kami terima karena itu kewajiban kami terhadap anak telantar,” jelas Jimat, Kamis (10/9).

 

Setelah diserahkan kepada Dinsos Bangli, bayi yang kemudian diberi nama Bayu tersebut masih harus menjalani perawatan medis di RSUD Bangli. Kondisinya saat itu membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, kondisi Bayu dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

 

“Selama di rumah sakit, kami sebagai penanggung jawab. Setelah pulang, kami serahkan ke Dinas Sosial Provinsi karena memang seperti itu prosedurnya,” kata Jimat.

 

Direktur RSUD Bangli dr. I Dewa Oka Darsana, Sp.An., mengatakan bayi tersebut masuk ke RSUD Bangli pada Senin (7/9). Bayi merupakan rujukan dari Puskesmas Kintamani V.

Baca Juga: Tektekan Kerambitan, Tradisi Sakral Saat Sasih Kenem untuk Menetralisir Energi Negatif

Bayi yang diperkirakan lahir pada Agustus lalu itu datang dengan riwayat sempat mengalami kondisi kebiruan selama dua hari sebelum dirujuk. Selain itu, bayi juga mengalami muntah sejak tiga hari dan sesak napas yang semakin berat pada hari dirujuk ke RSUD Bangli.

 

“Kondisi saat tiba di IGD RSUD tidak menunjukkan tanda kebiruan,” ujar Oka Darsana.

 

Setelah mendapatkan penanganan medis selama beberapa hari, kondisi bayi berangsur membaik hingga akhirnya dinyatakan pulih dan dapat dipulangkan.

 

“Tadi sampun serah terima dengan Dinas Sosial,” kata Oka Darsana.

 

Baca Juga: Tiba-Tiba Pindah Lajur saat Nyalip, Pengendara Nmax asal Buleleng Tewas Tabrakan di Denpasar

 

Sementara itu, Polres Bangli hingga kini belum memberikan keterangan secara detail mengenai penemuan bayi tersebut.

 

Informasi yang dihimpun, bayi tersebut diduga ditemukan seorang warga di Desa Songan pada Senin (31/8). Bayi disebut ditemukan berada di depan rumah warga.

 

Namun, penemuan tersebut baru dilaporkan kepada pihak terkait sekitar sepekan kemudian.

 

Hingga kini, penanganan bayi selanjutnya dilakukan melalui mekanisme Dinas Sosial, sementara informasi mengenai asal-usul dan latar belakang penelantaran bayi masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
dinsos bangli penemuan bayi di songan Polres Bangli bangli bayi laki laki