JEMBRANAEXPRESS.COM - Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 tahun ini tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan seni dan budaya Bali, tetapi juga menghadirkan ruang bagi produk-produk lokal, termasuk minuman tradisional arak.
Salah satu stand yang menjadi sorotan banyak pengunjung adalah stand yang menjual berbagai jenis arak Bali.
Kadek Rahma, penjaga stand dari Asosiasi Arak Bali, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 45 jenis arak yang dipajang.
"Ada 45-an jenis arak asli dari UMKM Bali di sini. Harga berkisar antara Rp 48 ribu sampai Rp 620 ribu rupiah," ujar Kadek Rahma.
"Setiap hari, paling sedikit ada 5 orang yang membeli. Yang paling laris adalah wine salak dengan harga Rp 190 ribu," imbuhnya.
Menurut Kadek, arak-arak yang dijual berasal dari berbagai daerah di Bali, seperti Karangasem dan Buleleng.
"Kami menyajikan arak dari Karangasem dengan 3 jenis, dan satu jenis dari Buleleng. Ada juga arak unik dari jeruk dan kopi, menggunakan bahan-bahan asli Bali. Empat produsen arak kami kumpulkan menjadi satu di sini," jelasnya.
Kadek juga mengungkapkan bahwa omset penjualan stand arak bisa mencapai hingga Rp 1 juta rupiah per hari.
"Banyak yang membeli, bisa sampai satu juta per hari. Kami melayani pembelian satuan dan dalam jumlah yang lebih besar, tergantung pada kebutuhan pengunjung," imbuhnya.
Rio, seorang pengunjung asal Lampung, telah mencoba dua jenis arak yang ditawarkan di stand tersebut.
"Saya sudah mencoba Legong dan wine salak. Legong rasanya lembut dan tidak terlalu keras, tetapi tetap terasa araknya. Sedangkan wine salak enak, dengan dominasi rasa buah yang khas," ungkap Rio.
Dirinya mengaku menyambut baik kehadiran stand arak di PKB. "Kami dari Sumatra senang bisa menemukan kearifan lokal minuman seperti ini di PKB. Ini membuat pengalaman kami di sini lebih berkesan dan memperkaya perjalanan kami mencari kearifan lokal Bali," tambahnya.
Selain menikmati berbagai jenis arak, Rio dan kelompoknya dari Lampung Barat juga berencana untuk tampil dalam pentas malam di PKB.
Kehadiran stand arak di PKB ke-46 tidak hanya menambah variasi produk yang ditawarkan, tetapi juga memperkaya pengalaman pengunjung dalam menikmati kekayaan budaya dan kuliner Bali.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa