JEMBRANA EXPRESS – Nilai transaksi aset kripto di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total transaksi mencapai Rp109,3 triliun hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2025, dengan jumlah investor tercatat sebanyak 13,31 juta orang.
Baca Juga: Polres Jembrana Gencarkan Patroli Laut: Tingkatkan Keamanan dan Edukasi Nelayan di Perairan Melaya
Angka ini memperlihatkan penerimaan kripto sebagai alternatif investasi semakin meningkat, meski di tengah volatilitas pasar.
Di Bali, tren transaksi kripto juga meningkat, dengan pengguna Tokocrypto masuk dalam daftar 10 besar.
Tahun ini, perayaan Bitcoin Pizza Day terasa istimewa. Selain mengenang pembelian dua pizza seharga 10.000 Bitcoin oleh Laszlo Hanyecz 15 tahun lalu, peristiwa ini juga merefleksikan bahwa aset digital kini telah menjadi bagian dari ekosistem keuangan global.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Gresik, Akibat Lalai Saat Menyalip Pemotor Meninggal Tabrakan Adu Jangrik
Tokocrypto, bersama Binance Academy dan CryptosiastDao, merayakan momen ini di Bali pada Sabtu (24/5).
Bertempat di ENVY, Kuta, acara tersebut mengadakan diskusi, networking, serta bagi-bagi pizza gratis, menyasar para pegiat dan calon investor muda dalam atmosfer yang inklusif dan santai.
Salah satu sesi utama adalah panel diskusi “Bitcoin 360°: From History to the Future of Finance”, yang menghadirkan pembicara penting di industri seperti Wan Iqbal (CMO Tokocrypto), Bonifacio Renanda (TKO Lead), Yunepto (Crypto Influencer), dan Andy (Pendiri Crypstock).
Baca Juga: Kecelakaan Maut Jalur Pasuruan -Malang, Pemotor Luka Berat Usai Tabrak Truk yang Putar Balik
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menekankan bahwa Bitcoin Pizza Day bukan sekadar seremoni tahunan.
Ia menilai peristiwa ini merefleksikan perkembangan signifikan aset digital, yang kini bernilai hingga Rp18 triliun—setara dengan harga dua pizza yang dibayar menggunakan 10.000 Bitcoin pada 2010.
“Bitcoin Pizza Day mengingatkan kita akan potensi pertumbuhan teknologi dan aset kripto. Apa yang dulu dianggap eksperimen atau lelucon, kini menjadi bagian penting dari sistem keuangan global. Kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memahami kripto dengan benar dan bertanggung jawab,” ujar Calvin.
Calvin juga mencatat bahwa pada 22 Mei 2025, harga Bitcoin menyentuh $111.000 per BTC, mengangkat kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi $2,2 triliun, bahkan melampaui Amazon. Kapitalisasi pasar kripto global menyalip Microsoft dengan $3,39 triliun.
Baca Juga: Konflik Karyawan Villa Ubud Raya Resort Memanas, Aparat Keamanan Turun Tangan
Meskipun angka-angka ini mengesankan, Calvin mengingatkan pentingnya edukasi.
Ia mengatakan, euforia pasar harus diimbangi dengan literasi yang memadai, agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami risiko investasi kripto.
“Antusiasme masyarakat harus dibarengi dengan edukasi sebagai prioritas. Di tengah pertumbuhan pesat, kami ingin memastikan pengguna memahami risiko dan manfaat dari investasi kripto,” tambahnya.
Tokocrypto terus memperluas misi edukasi melalui berbagai inisiatif.
Sepanjang 2024, mereka mengadakan 135 kegiatan edukasi di 20 kota dan kampus, menjangkau lebih dari 200.000 peserta melalui program OBRAS dan Web3 University Tour.
Dengan lebih dari 4 juta pengguna terdaftar, Tokocrypto memperkuat posisinya sebagai pionir industri kripto di Indonesia, mendorong adopsi yang cerdas dan berkelanjutan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa