JEMBRANAEXPRESS.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengapresiasi kepercayaan Pemerintah dalam penempatan dana sebesar Rp55 triliun.
Dana ini diharapkan memperkuat likuiditas perseroan sekaligus mendorong akselerasi pembiayaan segmen UMKM, yang menjadi fokus utama bisnis BRI serta mendukung program prioritas pemerintah.
Baca Juga: Penyakit Kritis Naik 28 Persen, Zurich dan Danamon Luncurkan Perlindungan Optimal
Sebelumnya, pada Jumat (12/9), Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI menempatkan dana total Rp200 triliun pada lima bank BUMN untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dari jumlah tersebut, BRI, Bank Mandiri, dan BNI masing-masing mendapat Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan penempatan dana ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap perbankan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Baca Juga: Bank BPD Bali Jadi Pionir Salurkan Kredit Industri Padat Karya
“BRI akan memastikan pembiayaan terus mengalir ke sektor riil, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, termasuk program prioritas Pemerintah,” ujarnya.
Hery menambahkan, pembiayaan akan tetap dilakukan secara prudent dengan manajemen risiko yang kuat.
Hingga akhir Triwulan II 2025, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,0% YoY menjadi Rp1.416,6 triliun. Dari jumlah itu, kredit UMKM mencapai Rp1.137,84 triliun atau setara 80,32% dari total portofolio.
Baca Juga: Honda Stylo Bali Ramaikan HUT RI ke-80 Lewat Konvoi Merdeka dan Aksi Sosial
Selain pembiayaan, BRI memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM.
Hingga kini, UMi menjangkau 34,7 juta debitur aktif dan 126 juta rekening simpanan mikro.
BRI juga telah membina 4.625 Desa BRILian dan mengembangkan 41.217 klaster usaha melalui program KlasterkuHidupku.
Platform digital LinkUMKM dimanfaatkan oleh lebih dari 12,9 juta pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan mempercepat naik kelas.
Baca Juga: Industri Aset Digital Tumbuh Pesat, Tokocrypto Catat Transaksi Rp66,2 Triliun di Semester I 2025
Sepanjang Januari–Agustus 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp114,28 triliun kepada 2,5 juta debitur, termasuk UMKM yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis.
Angka ini setara 65,31% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp175 triliun.
Dalam mendukung program 3 Juta Rumah, BRI menyalurkan FLPP kepada 103.807 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan nilai kredit Rp14,21 triliun. BRI juga siap mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Fokus kami adalah menyalurkan pembiayaan kepada segmen UMKM dan program prioritas pemerintah yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi. Dengan jaringan dan kapabilitas BRI, kami optimistis dapat memperluas akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri,” tutup Hery Gunardi.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa