JEMBRANAEXPRESS.COM – Sebanyak 680 pelaku usaha mikro di Kabupaten Jembrana mengikuti kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha bagi penerima bantuan modal usaha dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
Baca Juga: Polres Jembrana Berhasil Temukan Tas Wisatawan Cina yang Hilang di KMP Pratitha IV
Mayoritas peserta pelatihan adalah ibu-ibu pelaku usaha. Acara juga dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, jajaran Forkopimda, OJK, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, serta perwakilan Pangkalan TNI AL Denpasar.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT PNM yang telah menyalurkan modal usaha sebesar Rp29 miliar di Kabupaten Jembrana.
Baca Juga: Pohon Mahoni Tumbang di Jembrana, Tutup Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk
“Saya secara pribadi dan mewakili masyarakat Jembrana menyampaikan terima kasih karena kami sudah diperhatikan. Bahkan ada Rp29 miliar yang sudah dicairkan di Jembrana,” ucapnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat membantu para pelaku usaha, khususnya ibu-ibu, untuk mengelola modal secara bijak sekaligus mengembangkan usaha agar berkelanjutan.
Bupati Kembang juga menekankan pentingnya soft skill dalam membangun usaha.
Baca Juga: Bali Berduka! Politisi Senior Nyoman Ray Yusha Tutup Usia, Sosoknya Dikenal Tegas, Bertintegritas
Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga harus mampu memasarkan, mengemas, dan membangun loyalitas pelanggan.
Melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Jembrana, pelaku UMKM difasilitasi pelatihan pembuatan produk, pengemasan, pemasaran dengan digital marketing, hingga pendampingan dalam pengurusan izin usaha, BPOM, dan SPP-IRT.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan dari berbagai pihak. Harapan kami, dari kota kecil ini akan tumbuh UMKM hebat dari Jembrana,” tegas Bupati.
Sementara itu, Pimpinan Cabang PNM Denpasar, Leonardus Yosi Tyas Himawan, menjelaskan bahwa bantuan modal usaha diberikan tanpa jaminan dengan nilai pinjaman mulai Rp2 juta hingga Rp15 juta per orang.
Baca Juga: Pemuda Kintamani Bangli Ditusuk Pisau Lipat di Kedisan, Pelaku Diamankan Setelah Kabur Usai Kejadian
Hingga saat ini, total Rp29 miliar telah disalurkan di Jembrana. Dana tersebut tersalurkan melalui 736 kelompok usaha dengan jumlah anggota 10–30 orang per kelompok.
“Kami hadir untuk memberikan modal usaha tanpa jaminan sama sekali. Harapannya, uang ini bisa diputar untuk kemajuan masyarakat ultra mikro di Kabupaten Jembrana,” jelasnya.
Pelatihan pengembangan kapasitas ini diharapkan tidak hanya menambah keterampilan peserta, tetapi juga mendorong lahirnya UMKM tangguh dan berdaya saing.
Baca Juga: Anjing Liar Serang Balita di Karangasem, Korban Alami Luka Serius di Wajah
Dengan dukungan permodalan, keterampilan, serta akses pendampingan, pelaku usaha mikro di Jembrana diharapkan mampu menjadi penggerak utama perekonomian daerah.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa