JembranaExpress.Com - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai melirik pengembangan kerajinan berbahan serat alam sebagai peluang baru bagi pelaku UMKM daerah.
Produk berbahan pandan maupun enceng gondok dinilai memiliki potensi besar untuk dipadukan dengan kain endek dan seni lukis khas Klungkung agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: MKM Sanur Pos Resmi Dibuka, Hadirkan Layanan Lengkap Motor Honda Lebih Dekat ke Warga
Peluang tersebut muncul saat Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, melakukan kunjungan ke sentra kerajinan Tenun Gamplong di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (23/5/2026).
Dalam kunjungan itu, rombongan Pemkab Klungkung melihat langsung proses produksi tenun serat alam yang berkembang di desa wisata tersebut.
Menurut Tjok Surya, bahan baku seperti pandan dan enceng gondok sebenarnya cukup banyak ditemukan di Klungkung, namun pemanfaatannya masih terbatas pada produk sederhana.
Baca Juga: Polsek Selemadeg Intensif Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan
Ia menilai kerajinan berbahan serat alam dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih modern dan variatif, sekaligus dipadukan dengan identitas budaya Klungkung seperti motif endek maupun lukisan Wayang Kamasan.
“Potensinya sangat besar karena bahan bakunya ada di Klungkung. Tinggal bagaimana dikembangkan supaya memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.
Beberapa produk yang dinilai berpotensi antara lain tas, dompet, taplak meja, hingga dekorasi rumah berbahan serat alam dengan sentuhan motif khas Klungkung.
Baca Juga: Sidak Ditjenpas di Lapas Kerobokan Ungkap Narkoba, Kalapas Hudi Ismono Dikabarkan Dicopot
Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ciri khas produk UMKM lokal.
Selain melihat hasil kerajinan, rombongan juga mempelajari proses produksi tenun tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).
Menariknya, sebagian besar perajin di Desa Gamplong masih berasal dari kalangan lanjut usia yang tetap mempertahankan teknik tenun tradisional.
Baca Juga: Jalan Sidemen–Klungkung Rusak Parah 15 Km, Warga Keluhkan Kondisi Berlubang dan Rawan Kecelakaan
Tjok Surya berharap generasi muda Klungkung dapat ikut terlibat dalam pengembangan industri kreatif berbasis kerajinan lokal agar sentra UMKM di desa wisata kembali tumbuh.
Ia juga menilai Klungkung dan Sleman memiliki kesamaan potensi di sektor tenun tradisional.
Sementara itu, Ketua Sentra Kerajinan Tenun Gamplong, Giyono, menyambut positif kunjungan tersebut.
Ia menjelaskan kerajinan tenun di wilayahnya berkembang sejak puluhan tahun lalu dengan memanfaatkan limbah kain perca yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.
Baca Juga: K3S Badung Studi Tiru ke Jawa Barat, Pelajari Rumah Singgah Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Kini, hasil kerajinan Tenun Gamplong tidak hanya berupa keset, tetapi juga berkembang menjadi berbagai produk interior dan aksesori, bahkan sempat menembus pasar ekspor ke sejumlah negara.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa