SINGARAJA, JEMBRANA EXPRESS – Kejadian tragis yang menimpa korban pengeroyokan hingga menewaskan Adhi Putra Krisnawan,23, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
Keluarga Adhi Putra Krisnawa di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja awalnya tidak mengetahui kejadian yang menimpa korban.
Saat peristiwa itu terjadi Adhi yang tinggal di Kawasan Dalung, Badung disebut baru mendapat pekerjaan.
Dijumpai di rumahnya, Ibu kandung Adhi, Putu Suartini hanya bisa tertunduk menahan kesedihan.
Adhi selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras, sanggup mengerjakan apapun untuk menghidupi anaknya yang masih balita.
"Dia pesan sama anaknya papa mau kerja cari uang buat adik. Selalu saya teringat dengan kata-kata itu," ungkapnya, Selasa (16/1) sore.
Suartini tak dapat berbuat banyak, sesekali ia menangis sesenggukan.
Ia teringat anaknya itu. Ia masih belum dapat menerima kepergian Adhi dengan cara yang tragis. Baginya, kematian Adhi tidak adil. Suartini pun berharap ada kejelasan terkait peristiwa yang menimpa anaknya itu.
"Saya tidak meminta apa pun. Saya hanya mau anak saya pulang dengan selamat. Tapi Tuhan berkehendak lain, dia pulang dengan keadaan tidak bernyawa. Kenapa harus seperti ini?" ujarnya seraya menahan tangis.
Saat ini jenazah Adhi sudah ada di rumah duka setelah dilakukan otopsi di rumah sakit Sanglah (Prof. Ngoerah Denpasar).
Komunikasi antara Adhi dan keluarganya merupakan rutinitas sehari-hari, namun Suartini mengaku komunikasinya terputus sehari sebelum kejadian.
"Kalau telepon pasti nanya kabar dan nanya anaknya. Saya sama sekali tidak terpikirkan akan ada kejadian ini. Biasanya selalu ada kabar," kata dia.
Selain kesedihan, kemarahan juga tergambar dari sang ibu. Hatinya remuk saat melihat aksi penganiayaan lewat video yang beredar.
"Saya tidak terima. Di video itu dipukul pakai asbes, pakai balok tau apa begitu, sadis sekali. Kok tidak berpikir mereka melakukan itu. Miris hati saya," ungkapnya menahan air mata.
Kata-kata ikhlas beberapa kali terlontar dari mulut Suartini. Meski demikian tetap saja hati kecilnya luka. Ia kembali sesenggukan. Ia merasa ngeri melihat kejadian itu.
"Kok tega. Saya ingin ada keadilan untuk anak saya yang diperlakukan seperti itu," imbuhnya.
Di rumah duka, anggota keluarga diselimuti kesedihan. Menahan rasa sedih, berharap pihak hukum memberikan ganjaran yang setimpal kepada para pelaku.
"Kalau dendam rasanya tidak elok juga. Tapi kami, keluarga ingin tahu kenapa bisa begitu," tambahnya.
Di sisi lain, keluarga juga tengah mempersiapkan perlengkapan untuk upacara pemakaman. Beberapa benda seperti plastik dan busana juga dipersiapkan.
Keluarga akan melakukan prosesi pemakaman sesuai dengan agama Kristen. Menurut rencana almarhum Adhi akan dimakamkan di pemakaman Kristen di Kelurahan Liligundi, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express