Pelimpahan tahap II ini menuai perhatian publik setelah kasus tersebut mengungkap fakta-fakta mengerikan di balik penemuan mayat bayi di terminal keberangkatan domestik pada Minggu (15/10).
Menurut laporan polisi, Zhafira, seorang model asal Semarang, Jawa Tengah, diduga sengaja membuang bayinya sendiri karena takut ketahuan oleh pacar barunya.
Pasalnya, kehamilan Zhafira diduga berasal dari hubungan dengan orang lain.
"Pacarnya ini tidak tahu kalau pelaku hamil, karena pelaku memang selalu berusaha menutupi kehamilannya, baik dengan berpakaian lebih besar atau menolak ketika diajak berhubungan badan dengan berdalih haid," kata Kapolres Kawasan Bandara Ngurah Rai, AKBP Ida Ayu Wikarniti.
Kapolres Kawasan Bandara Ngurah Rai, AKBP Ida Ayu Wikarniti, menyatakan bahwa penemuan mayat bayi tersebut memicu penyelidikan intensif oleh Satuan Reskrim.
Berkat kerjasama dengan Avsec Angkasa Pura I dan pemeriksaan rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi wanita menggunakan blazer coklat yang membuang bayi ke tong sampah. Tindakan tragis Zhafira ini terjadi setelah melahirkan di sebuah hotel di Legian, Kuta.
Namun, dia mengaku tidak menyadari kehamilannya hingga Agustus 2023 karena masalah hormon.
Proses kelahiran terjadi saat Zhafira bersama pacar barunya, seorang warga Singapura, di hotel tersebut.
Kapolres menambahkan bahwa Zhafira, dalam kepanikannya, membuang bayi tersebut ke dalam kloset dan membekapnya hingga menyebabkan kematian.
"Nah ketika ditutup dengan kloset ini diduga menyebabkan bayi tersebut meninggal," imbuhnya.
Setelah itu, bayi itu dibungkus dalam kresek dan dibawa ke bandara dalam sebuah tas.
Selama proses penyelidikan yang berlangsung, polisi berhasil menangkap Zhafira di Semarang pada Kamis (19/10).
Dia saat ini dihadapkan dengan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak atau Pasal 341 KUHP.
Pelimpahan tahap II ini menandai langkah menuju persidangan yang ditunggu-tunggu publik.
Keseluruhan kronologi peristiwa mengundang kehebohan dan menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang.
Kisah tragis seorang model yang terlibat dalam pembunuhan bayi ini menciptakan gelombang perbincangan di masyarakat.
Semua mata tertuju pada pengembangan kasus yang lebih lanjut di pengadilan, sementara rasa ingin tahu tentang motif di balik perbuatan brutal ini terus memuncak.
Publik menantikan keadilan bagi korban dan harapannya agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. (*)