JEMBRANA EXPRESS - Pada Kamis malam yang sunyi (29/2/2024), sebuah peristiwa misterius mengguncang Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Buleleng, Bali.
Gede Budiasa, 60 tahun, pemilik warung kelontong setempat menjadi korban aksi kejahatan yang dilakukan dengan cara menghipnotis atau gendam.
Menurut Kapolsek Tejakula, AKP I Gede Sudiana, kejadian ini bermula ketika dua orang asing mengaku berasal dari Turki memasuki warung Budiasa.
Dalam percakapan yang berlangsung dalam bahasa Indonesia, mereka memesan pembalut wanita. Namun, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar mengejutkan.
Baca Juga: Kebakaran Dahsyat di Denpasar: 29 Kamar Kos Semi Permanen dan Warung Terbakar!
Setelah berbelanja, para pelaku membayar dengan uang senilai Rp 50 ribu dan meminta ditukar dengan uang pecahan terbaru Rp 100 ribu.
Tanpa curiga, Budiasa melayani permintaan tersebut. Namun, pada saat proses penukaran uang, kedua pelaku diduga memanfaatkan hipnotis untuk mengalihkan perhatian Budiasa.
Mereka bahkan menyelipkan tangan ke dalam laci uang serta tas istri korban.
Ketika sadar akan kehilangan uang, Budiasa baru menyadari telah menjadi korban kejahatan. Meskipun demikian, dia memilih untuk tidak melaporkan insiden tersebut ke polisi.
Polsek Tejakula sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku serta mencegah kejadian serupa terulang.
Baca Juga: Hujan Deras, Dua Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Karangasem, Korban Wisatawan Asing
Dengan kehilangan uang mencapai Rp 5 juta, Budiasa dan keluarganya mengalami kerugian yang signifikan.
Saat ini, tidak ada petunjuk jelas mengenai identitas pelaku karena kurangnya rekaman CCTV di warung tersebut.
Informasi mengenai jenis dan plat mobil yang digunakan oleh pelaku juga belum diketahui.
Kejadian ini menegaskan perlunya keamanan yang lebih baik di sekitar wilayah pedesaan dan pentingnya kewaspadaan terhadap modus kejahatan baru seperti penggunaan ilmu gendam atau hipnotis.
Publik diharapkan untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap siapa pun yang mencurigakan. ***
Editor : I Putu Suyatra