Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

TERUNGKAP! Kisah Kehidupan Rianti Agnesia, Wanita Asal Bogor yang Tewas Ditangan Pria di Kuta Bali

I Gede Paramasutha • Senin, 6 Mei 2024 | 05:03 WIB
Amrin AL Rasyid Pane, 20, membunuh wanita cantik di Kuta, Bali bernama Rianti Agnesia, 23.
Amrin AL Rasyid Pane, 20, membunuh wanita cantik di Kuta, Bali bernama Rianti Agnesia, 23.

DENPASAR JEMBRANA EXPRESS-Kematian Rianti Agnesia, perempuan 23 tahun, yang dibunuh Amrin Al Rasyid, pemuda 20 tahun di Kuta diketahui baru sehari di Bali.

 

Dari pengakuan M dan P, teman-teman korban, terungkap kisah Rianti sampai di Bali sampai akhirnya tewas di tangan pemuda asal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

 

"M dan P satu desa dengan korban yakni Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat," kata mereka di temui di Polsek Kuta Bali.

 

Keduanya adalah teman yang tinggal di Bali untuk bekerja. Ketika mereka pulang kampung, Rianti memaksa untuk ikut ke Bali, meskipun sudah diberitahu untuk menyiapkan dana terlebih dahulu.

Namun, Rianti tetap bersikeras. Sehingga, M dan P terpaksa membelikan tiket pesawat seharga Rp 1,3 juta. Rianti berangkat dari Bogor pada Rabu (1/5) sore, dan tiba pada malam harinya.

 

Kemudian, Rianti, yang sedang mengurus perceraian, tinggal di kos teman-temannya di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan.

Karena itu, Rianti hanya memiliki satu hari untuk istirahat. Teman-temannya sempat bertanya apakah Rianti memiliki masalah, namun korban membantah.

 

Pada Kamis (2/5) sekitar pukul 23.00 WITA, sebelum kejadian, Rianti berkomunikasi dengan pelaku tanpa sepengetahuan M dan P.

 

Mereka menyarankan agar Rianti tidak pergi ke mana-mana terlebih dahulu karena baru tiba sehari. Namun, Rianti keluar dari kos tanpa memberitahu tujuannya.

 

"Kami pikir dia hanya akan membeli rokok karena kehabisan, tetapi setelah menunggu satu jam, dia belum juga pulang," kata P.

Kemudian, P menghubungi Rianti melalui pesan WhatsApp. Rianti mengakui sedang bertemu dengan seorang tamu jasa esek-esek.

 

Teman-temannya menunggu kepulangan Rianti, namun dia tidak kembali. Bahkan ketika mereka menelepon pada Jumat (3/5) sekitar pukul 03.22 WITA, yang menjawab adalah pelaku.

 

Kejadian itu membuat mereka curiga. Bagaimana mungkin ponsel korban ada di tangan seorang lelaki, sedangkan Rianti masih baru di Bali dan tidak memiliki keluarga atau kenalan di sana. "Laki-laki yang membawa ponsel korban mengatakan dia membawanya lagi di jalan menuju Jimbaran," kata P.

P kemudian mencoba menelepon ponsel korban lagi, tetapi tidak diangkat dan tidak ada kabar. Mereka bingung karena tidak tahu alamat yang dituju Rianti. Mereka hanya bisa mencari Rianti sambil memantau media sosial dan artikel Google karena pikiran mereka gelisah.

 

Akhirnya, mereka menemukan artikel bahwa seorang PSK berinisial RA telah dibunuh. Mereka bertanya-tanya apakah itu Rianti karena inisialnya sesuai.

 

Kabar tersebut terkonfirmasi setelah suami Rianti memberi kabar bahwa Rianti sudah meninggal.

 

"Suaminya memberitahu kami bahwa Rianti sudah dibunuh dan jangan mencarinya lagi. Suaminya sudah diberi tahu lebih dulu oleh polisi, sementara kami masih mencarinya dengan panik," tambah P dan M.

Karena itu, mereka pergi ke Polsek Kuta untuk melihat Rianti. Di sana, mereka menemukan jenazah teman lama mereka. Jenazahnya dievakuasi ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.

 

Mereka juga berkomunikasi dengan keluarga korban. "Keluarga meminta agar pelaku membayar biaya pemulangan jenazah Rianti ke Bogor," pungkas mereka. (*)

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#bogor #rianti agnesia #rianti #bali #kuta #tewas #amrin al rasyid