Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Miris Banget! Bocah 14 Tahun di Buleleng Jadi Korban Pencabulan: Pelakunya Teman Ayah Korban

Dian Suryantini • Rabu, 4 September 2024 | 17:32 WIB
ilustrasi rudapaksa
ilustrasi rudapaksa

JEMBRANAEXPRESS.COM– Kasus pencabulan atau kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Buleleng, Bali.

 

Seorang gadis berusia 14 tahun dilaporkan telah menjadi korban pencabulan seorang pemuda berinisial BFG ,18.

 

Mirisnya, pelaku pencabulan diketahui masih bertetangga di Buleleng sekaligus teman ayah korban.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/8/2024) sekitar pukul 01.00 WITA.

 

Saat kejadian, korban sedang tertidur di ruang tamu, sementara kedua orang tuanya berada di dalam kamar.

Pelaku berhasil masuk ke dalam rumah korban dan mencoba membuka pakaiannya.

 

“Saat pelaku menindih korban, korban terbangun dan langsung menangis histeris,” ungkap AKP Gede Darma Diatmika pada Rabu (4/9/2024) pagi.

 

Mendengar tangisan korban, pelaku segera melarikan diri sementara orang tuanya mendapati anak mereka dalam keadaan trauma.

 

Setelah mendengar cerita dari anaknya, mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gerokgak. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya pada keesokan harinya dan langsung ditetapkan sebagai tersangka," kata AKP Gede Darma Diatmika.

 

BFG kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Disisi lain, korban kini dalam penanganan Unit PPA Polres Buleleng. Ia mendapat pendampingan khusus dari petugas Rehabilitasi Sosial, Kemensos RI bersama Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Buleleng.

 

Petugas Rehabiltasi Sosial, Kemensos RI, Bella Safira Fitriana mengatakan, setelah kejadian yang dialami, anak tersebut mengalami ketakutan yang mendalam.

 

Rasa takut tersebut begitu kuat hingga menyebabkan anak menangis tak terkendali. Saat bertemu kembali dengan pelaku, anak tersebut terdiam dan terlihat sangat ketakutan.

 

“Saat ini, anak tersebut masih menunjukkan gejala Post-Traumatic Syndrome (PTS),”katanya.(*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#kekerasan seksual #pencabulan #bocah 14 tahun #buleleng #bali