Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kronologi Lengkap Perkelahian Antar Pemuda di Singaraja, Ternyata Berawal dari Medsos

Dian Suryantini • Kamis, 26 September 2024 | 20:15 WIB
Kepala Desa Petandakan Wayan Joni Arianto (kanan) dan Lurah Banyuning Nyoman Mulyawan (kiri) memberikan klarifikasi terkait peristiwa perkelahian di perempatan Banyuning Singaraja.
Kepala Desa Petandakan Wayan Joni Arianto (kanan) dan Lurah Banyuning Nyoman Mulyawan (kiri) memberikan klarifikasi terkait peristiwa perkelahian di perempatan Banyuning Singaraja.

JEMBRANAEXPRESS.COM– Kasus perkelahian di simpang Banyuning, Singaraja, tepatnya di sekitar traffic light tepat di Hari Raya Galungan berakhir damai.

 

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan, menjelaskan perkelahian bermula dari perselisihan di media sosial (Medsos) antara dua pemuda, Kadek IS dan Krisna alias Dower.

 

Setelah saling berkomentar, keduanya sepakat untuk bertemu di Pantai Penarukan Singaraja pada Rabu (25/9/2024) sore.

Di lokasi itu, sempat terjadi perkelahian yang kemudian berhasil didamaikan. Kedua belah pihak menyatakan bahwa masalah telah selesai.

 

Namun, suasana kembali memanas dan perkelahian terjadi lagi di perempatan Banyuning.

"Perkelahian di TKP Banyuning ini ada tiga kejadian," ujar Kompol Dwi, Kamis (26/9/2024).

 

Dalam laporan pertama, Made Sumerteyasa menjadi korban dengan pelaku Kadek P, Putu A, dan KS.

 

 

Laporan kedua mencatat Kadek Putrayasa sebagai korban dengan pelaku VA dan D.

 

Sementara, laporan ketiga melibatkan pelapor VA yang menghadapi terlapor KS, Gede A, dan OP.

 

Para korban telah menjalani pemeriksaan medis, namun tidak ada yang memerlukan perawatan intensif meskipun beberapa mengalami cedera ringan seperti bengkak di mata.

Polisi telah memeriksa 11 saksi di tiga lokasi kejadian, dan penyelidikan masih berlangsung. Kompol Agus juga menyebut adanya seorang pemuda yang membawa senapan angin saat perkelahian.

 

Pemuda tersebut mengklaim baru selesai berburu dan berusaha melerai ketika melihat temannya dikeroyok.

 

Polisi masih menyelidiki klaim ini, termasuk informasi mengenai suara senapan gas yang terdengar di lokasi.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait suara senapan gas tersebut dan akan mencocokkannya dengan keterangan saksi lain. Ini hanya kesalahpahaman yang dimulai dari interaksi di TikTok,” jelas Kompol Agus.

 

Meski demikian, kedua belah pihak kini telah sepakat untuk berdamai. Kepala Desa Petandakan, Wayan Joni Arianto, dalam sebuah video klarifikasi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

 

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas tindakan oknum warga kami. Anak-anak yang terlibat sudah sepakat berdamai,” ujarnya saat menjemput warganya di Polsek Kota Singaraja.

Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan, juga menyayangkan peristiwa yang terjadi di tengah perayaan Hari Raya Galungan.

 

Ia memastikan peristiwa serupa tidak akan terulang lagi, terutama saat perayaan hari raya.

 

“Kami mohon maaf. Semoga ke depan tidak terjadi lagi. Kami semua sudah berdamai dan masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” tutup Nyoman Mulyawan.(*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#Singaraja #perkelahian #antar pemuda #media sosial #medsos