JEMBRANAEXPRESS.COM – Suasana duka mendalam menyelimuti Banjar Tengah, Blahbatuh, setelah I Made Agus Aditya (26) tewas dalam aksi kekerasan yang tragis di Jalan Raya Tojan pada Jumat (17/1/2025) lalu.
Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka tusuk fatal di lehernya.
Baca Juga: Dugaan Penyelundupan Ratusan Satwa Reptil Dilindungi Digagalkan Barantin di Merauke Papua Selatan
Investigasi intensif dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Gianyar yang berhasil mengungkap bahwa motif pembunuhan ini berakar dari rasa cemburu.
Agus, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju rumah pacarnya, terlibat perselisihan dengan sekelompok pemuda yang merasa tidak senang dengan kehadirannya.
Kapolres Gianyar, AKBP Umar, menjelaskan perkelahian bermula dari perselisihan kecil terkait masalah lalu lintas.
“Namun, situasi memanas hingga salah seorang pelaku menusuk korban dengan senjata tajam," ujarnya Rabu (22/1/2025).
Dijelaskan Kapolres, saksi mata menuturkan insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari.
Agus yang mengendarai sepeda motor Honda PCX tiba-tiba dihadang oleh sekelompok pemuda.
Terjadi adu mulut sebelum salah seorang pelaku mengeluarkan pisau dan menusuk leher korban. l
“Agus langsung terjatuh dan meninggal di tempat kejadian,” imbuhnya.
Setelah melakukan aksi brutal tersebut, para pelaku melarikan diri ke berbagai arah.
Namun, dengan kerja sama pihak kepolisian dan masyarakat, seluruh pelaku berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam.
"Kami telah mengamankan lebih dari tiga orang pelaku yang diduga terlibat dalam kasus ini," ungkap Kapolres.
Identitas para pelaku saat ini dirahasiakan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku dan sepeda motor milik korban.
Kapolres Gianyar meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas.
Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap kasus ini hingga tuntas.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Jika terjadi konflik, selesaikan dengan cara yang baik untuk menghindari korban jiwa," tegas Kapolres.
Baca Juga: Longsor di Desa Pikat Klungkung Tewaskan Empat Orang, Tinggalkan Duka Mendalam bagi Keluarga
Sementata itu keluarga korban mengaku sangat terpukul dengan kejadian tragis ini dan menyerukan agar pelaku dihukum seberat-beratnya. l
"Kami berharap pelaku dapat diadili seadil-adilnya. Anak saya tidak pantas diperlakukan seperti ini," ujar ibu korban.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa