JembranaExpress.Com - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur utama Denpasar–Pelabuhan Gilimanuk. Peristiwa tragis tersebut melibatkan mobil Toyota Calya dan sepeda motor Yamaha Mio. Akibat insiden ini, seorang bocah berusia 10 tahun meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi di wilayah Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga: Dari Permainan Tradisional Jadi Olahraga: Domino Orado Mulai Berkembang di Buleleng
Kapolres Jembrana, Kadek Citra Dewi Suparwati, menjelaskan kecelakaan bermula ketika mobil Toyota Calya bernomor polisi DK 1834 FBU yang dikemudikan pemuda berinisial DH (21) melaju dari arah barat atau Gilimanuk menuju timur ke arah Denpasar.
Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraannya.
“Kendaraan roda empat tersebut diduga tidak dapat dikendalikan secara maksimal sehingga bergerak ke kiri dan keluar dari badan jalan, kemudian menabrak sepeda motor yang sedang berhenti di bahu jalan sebelah kiri,” ujar Citra.
Sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi DK 4597 WW saat itu dikendarai oleh anak berinisial IPM (12) yang berboncengan dengan IKR (10).
Benturan keras membuat kedua anak tersebut terpental dari kendaraan.
Nahas, penumpang motor berinisial IKR (10) mengalami luka serius dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSU Negara.
Sementara itu, pengendara motor IPM (12) mengalami sejumlah luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Baca Juga: Hijasmita, Brand Scarf Jakarta Timur yang Angkat Ornamen Lokal hingga Tembus Pasar Internasional
“Anggota kami sudah melakukan olah TKP. Barang bukti berupa mobil dan motor sudah diamankan, serta menggali keterangan dari sejumlah saksi mata,” jelas Citra.
Akibat kecelakaan tersebut, kerugian materiil yang ditimbulkan dari kerusakan kedua kendaraan diperkirakan mencapai Rp 15 juta.
Di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026, pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati.
Baca Juga: Refleksi 44 Tahun UNMAS, Rektor Tegaskan Komitmen Pendidikan Berbudaya
“Saat ini dalam situasi arus mudik 2026 sehingga kita harus meningkatkan kewaspadaan. Kami imbau pengendara selalu berhati-hati dan beristirahat jika mengalami kelelahan,” tandasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa