Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Petani Nira di Ubud Jatuh dari Pohon Enau 12 Meter, Alami Patah Tulang Belakang

Putu Agus Adegrantika • Senin, 25 Mei 2026 | 21:25 WIB
EVAKUASI : Proses evakuasi petani nira yang jatuh dari pohon enau di Kedewatan, Ubud. (ist)
EVAKUASI : Proses evakuasi petani nira yang jatuh dari pohon enau di Kedewatan, Ubud. (ist)

JembranaExpress.Com - Nasib nahas menimpa seorang petani air nira di Desa Kedewatan, Sabtu (23/5/2026). Saat memanen air nira di atas pohon enau setinggi sekitar 12 meter, tali pengaman yang dikenakannya tiba-tiba putus hingga membuat korban terjatuh dan mengalami patah tulang belakang.

 

Korban diketahui bernama I Gede Rupada (28), warga Banjar Bingin, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Saat kejadian, ia tengah bekerja memanen air nira atau tuak di kebun milik warga bernama Made Naru di Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Ubud.

Baca Juga: Mengenal I Putu Bagus Padmanegara, Pemuda Bali Berprestasi Tingkat Nasional

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban memanjat pohon enau seorang diri untuk mengambil hasil sadapan nira. Namun ketika berada di ketinggian sekitar 10 hingga 12 meter, tali pengikat yang melingkar di pinggangnya mendadak putus.

 

Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah. Benturan keras membuat pria asal Buleleng itu mengalami cedera serius berupa patah tulang belakang hingga tidak mampu bergerak.

 

Mirisnya, lokasi kebun yang cukup jauh dari permukiman membuat insiden tersebut tidak langsung diketahui warga. Korban sempat tergeletak sambil menahan sakit sebelum akhirnya terdengar oleh seorang warga yang melintas di sekitar lokasi.

 

Sekitar pukul 13.00 Wita, seorang warga bernama I Wayan Sudiarsa (30) mendengar suara teriakan meminta tolong dari arah kebun. Karena penasaran, ia kemudian mendekati sumber suara dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak sambil merintih kesakitan.

 

Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan, I Nyoman Sutama. Aparat setempat selanjutnya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar guna melakukan proses evakuasi korban.

Baca Juga: Aci Pertiwi di Gianyar, Ratusan Pemuda Hindu Tanam Pohon Sambut Tumpek Wariga

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari petugas di lapangan.

 

“Informasi kami terima dari Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan bahwa salah satu warga yang bekerja sebagai petani nira terjatuh dari pohon enau dengan ketinggian sekitar dua belas meter. Kami langsung menggerakkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melaksanakan evakuasi bersama rekan-rekan PMI dan ambulans,” ujarnya.

 

Evakuasi dilakukan dengan melibatkan personel BPBD, PMI, serta bantuan warga setempat. Korban kemudian dievakuasi menggunakan tandu dari lokasi kebun menuju ambulans PMI Gianyar.

Baca Juga: Lupa Tinggalkan HP di Warung Es, Korban Rugi Rp16 Juta, Pelaku Akhirnya Ditangkap

“Setelah proses evakuasi selesai, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Karena lokasi paling dekat berada di wilayah Badung Utara, korban dibawa ke Rumah Sakit Windu Usada,” tambah Dibya.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat tingginya risiko pekerjaan petani nira yang harus memanjat pohon enau dengan ketinggian belasan meter. Keselamatan kerja dan kelayakan alat pengaman dinilai menjadi hal penting yang harus diperhatikan guna mencegah kejadian serupa.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#jatuh dari pohon enau #patah tulang belakang #petani nira asal buleleng #gianyar #bpbd gianyar