Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Salah Paham Saat Antre Kapal di Gilimanuk, Dua Sopir Adu Jotos hingga Satu Pingsan

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 10 Juni 2026 | 04:32 WIB
Salah satu korban perkelahian antar sopir di Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (6/6/2026). (ist)
Salah satu korban perkelahian antar sopir di Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (6/6/2026). (ist)

 

JembranaExpress.Com - Kericuhan sempat terjadi di area parkir Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (6/6/2026) pagi. Dua orang sopir terlibat perkelahian saat mengantre masuk kapal hingga salah satunya sempat tidak sadarkan diri.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.50 Wita dan melibatkan sopir truk bernomor polisi N 8793 ET, G. Aditya Saputra (28), asal Banyuwangi, serta sopir travel bernopol B 1233 NZG, Rizal Darmawan (33), asal Jember.

Baca Juga: Natalius Pigai Jelaskan Usulan Sipil Duduki Jabatan Strategis di Polri, Sebut Sudah Lazim di Negara Maju

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan adanya insiden perkelahian antar-sopir yang terjadi di areal parkir pelabuhan saat antrean kendaraan menuju kapal sedang berlangsung.

 

“Benar, telah terjadi perkelahian antar-sopir di areal parkir Pelabuhan Gilimanuk pada saat antre,” ujar Yuli.

 

Menurut keterangan yang dihimpun petugas, insiden bermula ketika Aditya sedang beristirahat dan tertidur di dalam kabin truknya sambil menunggu antrean kendaraan bergerak.

 

Beberapa saat kemudian, Rizal datang untuk membangunkan Aditya dan meminta agar kendaraan di depannya segera maju mengikuti antrean. Namun, karena baru terbangun dari tidur dan dalam kondisi terkejut, Aditya secara refleks langsung mengoperasikan kendaraannya.

 

Alih-alih maju mengikuti antrean, truk yang dikemudikan Aditya justru bergerak mundur dan menyenggol mobil travel milik Rizal yang berada tepat di belakangnya. Akibat kejadian tersebut, kendaraan travel mengalami kerusakan.

Baca Juga: Program Unggulan Kembang-Ipat Kembali Digelar, Hasil Tes Psikologi 3.824 Siswa SMP Jadi Panduan Orang Tua Kembangkan Bakat Anak

Melihat mobilnya mengalami kerusakan, Rizal terpancing emosi. Adu mulut pun tidak dapat dihindari hingga akhirnya berujung pada perkelahian fisik di lokasi kejadian.

 

“Dalam duel tersebut, Aditya terkena pukulan di bagian wajah hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri,” jelas Yuli.

 

Keributan yang terjadi di tengah antrean kendaraan itu langsung mendapat perhatian petugas keamanan pelabuhan. Beruntung, perkelahian berhasil dihentikan sebelum menimbulkan korban lebih lanjut.

 

Setelah kejadian, petugas keamanan segera mengevakuasi Aditya ke Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Usai sadar dan mendapatkan perawatan, kedua sopir kemudian dipertemukan untuk menjalani proses mediasi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya mengakui kesalahan masing-masing dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Baca Juga: Dari Buruh Cilik hingga Pengusaha Pindang, Perjalanan Ni Wayan Suitari Menghidupkan Aroma Kusamba

“Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan perkelahian tersebut secara kekeluargaan,” kata Yuli.

 

Kesepakatan damai itu juga dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang menyatakan kedua pihak tidak akan saling menuntut, baik secara pidana maupun perdata.

 

Yuli menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pengeroyokan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 

Menurutnya, insiden tersebut murni merupakan perkelahian yang hanya melibatkan dua orang sopir akibat kesalahpahaman saat antre kendaraan menuju kapal.

 

“Kedua sopir melanjutkan perjalanan. Jadi yang viral di sosmed itu keliru. Bukan dikeroyok dan yang terlibat antara dua sopir,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#adu jotos sopir di Pelabuhan Gilimanuk #satu orang pingsan #antre masuk kapal #salah paham #jembrana