TABANAN, JEMBRANAEXPRESS - Wisata di Bali seperti tak ada habisnya. Selain keindahan alam, Bali terkenal karena pariwisata budaya. Salah satunya adalah desa-desa tua dengan kehidupan tradisional nan unik.
Salah satunya ada di Kabupaten Tabanan, Bali. Desa wisata ini berjarak 47 kilometer dari Bandara Ngurah Rai.
Apabila dari Bandara Ngurah Rai, maka bisa mengambil jalur Mengwi-Singaraja. Ketika sampai di pertigaan SPBU Wiro's, Desa Werdi Bhuana, Mengwi, harus belok kiri ke arah Blayu, Marga.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke utara di Jalan Marga ke arah Apuan, Baturiti. Secara keseluruhan, perjalanan menggunakan mobil bisa memakan waktu kurang dari 2 jam.
Desa wisata Pinge berada di Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga. Desa wisata ini menerapkan konsep pariwisata budaya dengan panorama alam pedesaan.
Tidak ada hotel atau penginapan mewah dari kalangan investor besar seperti di Ubud atau Kuta.
Baca Juga: Ingin Cepat Kaya, Karyawan Percetakan Nyambi Jualan Narkoba: Kini Rasakan Hasilnya
Di Desa Wisata Pinge juga tidak ada ingar bingar diskotek atau klub malam.
Warga akan melihat wadah organisasi warga yang tertata apik. Yakni di kanan kiri dengan taman telajakan yang luas, berikut angkul-angkul atau gerbang rumah yang seragam.
“Kita di Pinge yang kita perkenalkan atau kita tonjolkan adalah aktivitas masyarakat atau keseharian masyarakat dengan tetap menjaga lingkungan yang bersih dan menjaga budaya,” kata Ketua Desa Wisata Pinge, Anak Agung Putra Arimbawa di kanal Youtube The Life Enjoyer, dikutip pada Minggu (1/ 2/2024).
Baca Juga: WADUH! Polisi Kejar Penjahat Narkoba, Mahasiswi di Kendari Jadi Korban Salah Tembak, Kok Bisa?
Agung Putra Arimbawa menyebut, di desa wisata ini, pengunjung akan diajak "live in", atau hidup bersama dengan warga setempat.
“Jadi bagaimana sih rasanya menjadi orang desa atau hidup di desa,” katanya.
Pengunjung bisa menginap di rumah warga yang sudah menyediakan kamar khusus untuk tamu/wisatawan di dalam satu pekarangan rumah warga.
Baca Juga: Karang Panes dalam Bhama Kretih: Pelinggih Indra Belaka Jadi Penetralisir
Dengan cara ini, pengunjung akan dapat mengamati dan mengikuti keseharian warga atau penduduk lokal.
Di antaranya pengunjung bisa melihat dan ikut mejejaitan (menyiapkan sarana upacara), nandusin atau membuat minyak tandusan atau minyak kelapa secara tradisional, membuat sate lilit, .
Kemudian bisa jalan-jalan di jalur treking sepanjang 5,3 kilometer melihat sekaligus dan mengikuti kegiatan pertanian atau graris, seperti membajak sawah, menanam padi.
Baca Juga: Waspadai Ciri Karang Panes, Ini Cirinya dalam Lontar Bhama Kretih
Di Desa Wisata Pinge terdapat laduma, yang menjadi titik pusat. Di lokasi ini terdapat tempat untuk menyelenggarakan MICE (meeting, insentif, konvensi, dan pameran).
Pengunjung juga bisa menikmati beberapa produk khas Desa Wisata Pinge. Salah satunya teh beras merah. ***
Editor : Y. Raharyo