KLUNGKUNG, JEMBRANAEXPRESS - Kamu pernah ke Nusa Penida? Atau sedang di Nusa Penida? Pulau kecil di selatan Bali ini memang sedang naik daun. Salah satunya Pantai Diamond atau Pantai Diamond.
Tapi, kalau ke Nusa Penida jangan hanya ke pantai-pantainya yang indah, seperti Diamond Beach,
Kunjungi juga wajib kuliner khas masyarakat di sini. Kali ini, kuliner khas Nusa Penida yang akan kami sajikan bukan Ledok, sejenis olahan bubur berbumbu khas.
Salah satu kuliner yang saat ini sedang naik daun adalah Nasi Sela. Sesuai namanya, sela berarti ketela pohon atau singkong.
Maklum saja, nasi sela adalah olahan singkong, nasi (beras), sayuran berkuah parutan kelapa, dengan tambahan ikan tongkol.
Nasi Sela, makin digemari, tak hanya warga Nusa Penida. Namun, masyarakat luas yang datang ke Nusa Penida.
Hidangan Nasi Sela berbahan dasar singkong yang diparut atau dicincang secara teliti, selanjutnya dikukus hingga matang.
Salah satu pedagang nasi sela adalah Ni Wayan Mustikawati. Dia berjualan di rumah, namun pelanggannya dari beberapa tempat dan pesan melalui media sosial, seperti Facebook.
"Saya pakai Facebook juga. Penjualannya meningkat," kata Jero Bawet, panggilan Ni Wayan Mustikawati, asal Banjar Mentigi, Desa Batununggul.
Jero Bawet mengatakan, Nasi Sela saat ini digemari masyaralat. Bukan hanya Ledok yang sudah lebih dulu terkenal.
Kata dia, banyak alasan pelanggan membeli nasi sela. Ada yang sekadar ingin mencoba, namun tak sedikit yang ingin bernostalgia masa kecil.
Diketahui, panganan berbahan singkong memang menjadi salah satu andalan masyarakat ketika beras masih mahal atau sulit didapat.
Seperti di Jawa, masyarakat pernah menjadikan tiwul berbahan singkong menjadi makanan sehari-hari. ***
Editor : Y. Raharyo