Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sedang Hits di Tabanan Bali, Nyarik Kopi, Minum Kopi di Pinggir Sawah dari Penjual Keliling Pakai Motor Klasik

Ni Made Ayu Suci Karuna Putri • Kamis, 8 Februari 2024 | 21:42 WIB
Nyarik Kopi, jualan kopi di pinggir jalan dengan suasana alam persawahan di bawah pegunungan.
Nyarik Kopi, jualan kopi di pinggir jalan dengan suasana alam persawahan di bawah pegunungan.

TABANAN, JEMBRANAEXPRESS - Nongkrong di kafe sambil menikmati secangkir kopi sudah cukup lumrah dan mainstream. Minum kopi di restoran pinggir sawah juga sudah tidak asing lagi.

Namun menikmati segelas kopi lesehan dengan suasana pemandangan alam terbuka dan matahari terbenam di tepi sawah dari pedagang kopi keliling menggunakan sepeda motor tentu akan menjadi pengalaman unik yang tak ternilai harganya.

Seperti di Kabupaten Tabanan ini. Sedang viral tempat nongkrong yang asyik bagi pencinta alam, matahari terbenam, dan kopi.

Baca Juga: Tak Cuma Keindahan, Suasana Sejarah Bali pun Terasa: Taman Tirta Gangga Patut Dikunjungi Bersama Pasangan

Ngopi di tepi jalan dengan pemandangan hamparan sawah, pepohonan, gunung yang indah dan angin yang sejuk serta sajian hidangan kecil membuat tempat tersebut ramai dikunjungi.

Tempat ini bernama Nyarik Kopi, yang terletak di Jalan Subak Bangkyang Sidemen, Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Berjarak 45 menit dari pusat Kota Tabanan.

Nyarik berasal dari kata carik, atau sawah. Sehingga Nyarik Kopi kurang lebih berarti minum kopi di tepian sawah.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Siswa SMAN di Malang: Divonis 7 Tahun Penjara, Pelaku Pikir-Pikir

Pedagang kopi ini mengusung konsep yang agak berbeda dari biasanya. Dia menjual kopi keliling menggunakan sepeda motor klasik yang dimodifikasi sehingga bisa mengangkut peralatan dan bahan untuk membuat kopi.

Hery, sang pemilik Nyarik Kopi menhatakan, dia terinspirasi dengan pedagang kopi keliling di Jakarta. Namun, dia ingin agar suasananya berbeda, maka dia bukan di pinggir jalan tepi sawah di Bali.

Nyarik Kopi di Tabanan, Bali.
Nyarik Kopi di Tabanan, Bali.

Agar penjualannya ramai di kawasan tengah yang sepi itu, dia menggunakan media sosial sebagai senjata dalam promosi. Hasilnya, dalam sehari ada 200 orang pelanggan yang datang.

Baca Juga: Motif Kain Wayang Kebo di Tenganan Digunakan saat Potong Gigi hingga Pernikahan

Pas pertama kali mungkin bisa dibilang viral di media sosial, akun Nyarik Kopi banyak yang lihat, tiba-tiba datang mungkin sampai 200 orang, kata Hery dikutip dari kanal Youtube NAPANAMA, Rabu (8/2/2024).

Nyarik Kopi menyediakan berbagai sajian kopi dengan beberapa jenis atau selera, juga ada minuman lainnya. 

Untuk penganan, di sini ada beberapa jajanan tradisional seperti laklak yang khas dari Tabanan. Juga ada hidangan rebus berupa jagung, edamame, kacang, hingga ubi rebus.

Baca Juga: Motif Kain Wayang Kebo di Tenganan tak Boleh Diperjualbelikan, Berani Melanggar Dikenakan Sanksi Adat

Harga soal, masih sangat terjangkau. Tidak sampai harga di kafe. Yakni mulai dari Rp5.000 sampai Rp7.000. Seperti harga desa.

Uniknya, waktu buka atau mangkal Nyarik Kopi tidak menentu. Sebab, penjualannya di tempat terbuka yang tergantung cuaca.

Maka, bagi calon pelanggan lebih baik melihat jadwal Nyarik Kopi mangkal melalui akun Instagram @Nyarikkopi.

Baca Juga: Persidangan Kontroversial: Ayah 73 Tahun Dipenjarakan Anak Sendiri Akibat Kotoran Kucing, Terungkap Dugaan Kriminalisasi

Tapi, yang pasti, Nyarik Kopi biasanya mangkal pada sore hari karena memanfaatkan suasana alam persawahan menjelang matahari terbenam. ***

Editor : Y. Raharyo
#kopi #tabanan #bali #Nyarik Kopi