Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Idola Pemancing di Bali Tapi Diremehkan Warga, Ikan Jenis Ini Cocok untuk Melawan Stunting di Pedesaan Lho

Y. Raharyo • Senin, 12 Februari 2024 | 22:05 WIB
Ilustrai warga memancing ikan wader. Ternyata bagus untuk melawan stunting
Ilustrai warga memancing ikan wader. Ternyata bagus untuk melawan stunting

JEMBRANAEXPRESS - Jenis ikan ini sebetulnya sering ditangkap pemancing di sungai-sungai kecil di Bali. Bahkan jadi idola pemancing cilik sampai orang dewasa. Namun, ikan jenis ini sering disepelekan. Ternyata jenis ikan ini malah bagus untuk menurunkan stunting.

Dilansir dari laman Kemenkominfo, hasil riset kesehatan dasar 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 27,6 persen. Artinya lebih dari seperempat anak Indonesia tumbuh "cebol".

Pemerintah Indonesia pun sudah menargetkan agar stunting diturunkan pada tahun 2024 ke angka 14 persen. Di Bali, angka stunting pada 2021 sebesar 10,9 persen, turun di tahun 2022 lalu jadi 8 persen.

Nah, salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia, terutama di desa-desa, salah satu jenis ikan ini mestinya bisa jadi andalan.

Ikan jenis ini adalah wader. Dalam bahasa Inggris disebut spotted barb.

Ikan wader merupakan jenis ikan air tawar yang berukuran kecil. Rata-rata 100 mm sampai 170 mm, paling besar sebesar jari kelingking orang dewasa. Seperti ikan teri.

Ikan wader banyak jenisnya. Namun, secara keseluruhan, ikan wader memiliki nilai gizi yang tinggi.

Ikan wader banyak tersebar di wilayah Indonesia. Seperti Kalimantan, Sumatera, Bali, Jawa, hingga Lombok.

Di Bali, ikan wader biasanya dipancing. Tapi ada juga yang menggunakan cara ilegal seperti racun ikan (potas) hingga dengan cara setrum, meski hal ini sebetulnya dilarang karena tidak memerhatikan keberlanjutan atau kelestariannya.

Namun, yang sering diabaikan masyarakat adalah bahwa ikan wader ini sebetulnya memiliki nilai protein yang tinggi, seperti ikan jenis lainnya. Mungkin karena kadang hidup di selokan atau saluran irigasi, ikan ini kerap disepelekan warga.

Lokasinya yang berada di perairan darat, seperti sungai atau parit, dan pedesaan mestinya bagus untuk meningkatkan gizi masyarakat pedesaan tanpa harus membeli bahan pangan berprotein tinggi yang harganya bisa mahal.

Ini sebetulnya sangat cocok bagi warga di desa, selain menghemat pengeluaran, bahkan bisa menurunkan angka stunting (gangguan pertumbuhan, termasuk tinggi badan, pada anak).

Stunting umumnya karena kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak, maupun saat anak masih dalam kandungan seorang ibu yang kurang gizi.

Kembali ke soal ikan wader, dilansir dari kanal Youtube Perikanan Budidaya, Ketua Pokja Ikan Crop Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Dasu Rohmana mengatakan bahwa ikan wader bagus untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

"Keunggulan dari ikan water, dari sisi nutrisi, proteinnya lebih tinggi, zat besi dan kalsium juga tinggi, kalori juga, dan lemak," katanya.

Dijelaskan, dari penelitian, setiap 100 gram atau 1 ons ikan wader, mengandung protein 7,54 mg, zat besi 2,9 mg, kalori 21,53 kkal, dan lemak 12,36 mg.

"Wader ini bisa dijadikan menurunkan tingkat syunting di masyarakat," kata Dasu, dikutip Senin (12/2/2024).

Selain bisa ditangkap di saluran sungai, ternyata ikan wader bisa dikembangbiakan melalui budidaya lho seperti yang dilakukan BBPBAT Sukabumi. Apakah di Bali juga ada? ***

Editor : Y. Raharyo
#pemancing #Ikan Wader #mancing #stunting #bali