Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Seni Lukis Wayang Kamasan di Klungkung: Legenda yang Berjaya Sejak Abad ke-14

I Putu Mardika • Jumat, 26 April 2024 | 05:23 WIB
Lukisan Wayang Kamasan yang diproduksi pengrajin
Lukisan Wayang Kamasan yang diproduksi pengrajin

JEMBRANA EXPRESS- Di Desa Kamasan, Klungkung, terdapat seni lukis tradisional yang melegenda, yaitu Lukisan Wayang Kamasan. Seni lukis ini telah berkembang sejak abad ke-14 dan mencapai puncak kejayaannya di abad ke-17.

Lukisan Wayang Kamasan terinspirasi dari tradisi melukis wong-wongan (manusia dan alam) pra-Hindu. Ketika Hindu masuk ke Bali, tradisi ini berkembang pesat. Cerita yang dilukis dalam gaya Kamasan banyak mengandung unsur seni dan filosofis yang diambil dari Ramayana, Mahabharata, pawukon, dan palelidon.

Salah seorang pengrajin lukisan Wayang Kamasan, Wayan Sumantra menjelaskan Keunikan Lukisan Wayang Kamasan terletak pada teknik tradisionalnya.

Bambu digunakan sebagai kuas, yip (lidi ijuk dari pohon aren) sebagai pena, dan pewarna alami dari tumbuhan. Tema lukisannya didominasi kisah-kisah epos Hindu dan cerita kuno Bali.

Lukisan Wayang Kamasan tak hanya estetis, tetapi juga memiliki fungsi religius. Pada masa lampau, lukisan ini menghiasi pura, alat-alat upacara, dan kober.

Lukisan ini berfungsi sebagai media ritual untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menunjukkan kehidupan yang baik dan buruk.

Mahodara, sosok legenda, disebut sebagai pelopor seni lukis Wayang Kamasan. Pada abad ke-18 dan 19, I Rambug (1850-1925) dan anaknya Nyoman Dogol (1875-1963) menjadi pemimpin pemolesan lukisan di Kerta Gosa.

Di era modern, I Nyoman Mandra (1945-2018) menjadi maestro seni lukis Kamasan yang terkenal.

Lukisan Wayang Kamasan memiliki motif khas yang membedakannya dari gaya lukisan lain di Bali. Kekuatannya terletak pada cerita dan motifnya, sehingga pelukis Kamasan harus memahami cerita yang akan ditampilkan.

Kamasan adalah situs tradisi melukis yang masih dilestarikan hingga saat ini. Meskipun gaya melukis serupa pernah dipraktikkan di seluruh Bali, Kamasan tetap menjadi satu-satunya desa yang gaya melukisnya belum tergantikan oleh adaptasi gaya dan bahan yang lebih modern.

Lukisan Wayang Kamasan adalah warisan budaya yang tak ternilai di Bali. Keindahan artistik, filosofi mendalam, dan teknik tradisionalnya menjadikannya seni lukis yang istimewa dan patut dilestarikan.

“Kekuatan dari lukisan klasik Wayang Kamasan juga terletak pada cerita, selain pada motifnya. Sehingga pelukis Wayang Kamasan harus memahami cerita yang akan ditampilkan dalam lukisan,” paparnya," sebutnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#lukisan #abad #Seni lukis #kamasan #klungkung