Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Huta Siallagan: Menelusuri Kekayaan Sejarah dan Kebudayaan Batak Toba di Pulau Samosir, Ada Batu Sidang Berusia 700 Tahun

Dian Suryantini • Jumat, 21 Juni 2024 | 21:31 WIB
Suasana Huta Siallagan, sebuah perkampungan adat yang kini menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari keindahan arsitektur tradisional dan sejarah yang kaya.
Suasana Huta Siallagan, sebuah perkampungan adat yang kini menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari keindahan arsitektur tradisional dan sejarah yang kaya.

JEMBRANAEXPRESS - Pengalaman wisata di Danau Toba semakin bertambah dengan kehadiran Huta Siallagan. Merupakan sebuah perkampungan adat yang kini menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari keindahan arsitektur tradisional dan sejarah yang kaya.

Terletak hanya 15 menit perjalanan dari Tomok, Huta Siallagan menawarkan paket wisata unik dengan harga tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp 10.000 per orang.

Pengunjung dapat mengeksplorasi keunikan rumah adat Bolon, salah satu contoh terbaik arsitektur Batak Toba.

Rumah adat Bolon ini terkenal dengan strukturnya yang tanpa kamar, di mana seluruh penghuninya tidur di lantai. Bagian bawah rumah sering digunakan untuk memelihara hewan ternak seperti kerbau atau babi.

Yang membuat rumah adat Bolon begitu istimewa adalah atapnya yang berbentuk seperti sampan dengan ujung-ujung lancip, namun memiliki perbedaan tinggi antara bagian depan dan belakang.

Tinggi bagian depan yang lebih tinggi melambangkan penghormatan terhadap orangtua, sementara bagian belakang yang lebih rendah melambangkan posisi anak-anak dalam keluarga.

Di balik keindahannya, arsitektur ini juga mengandung makna filosofis tentang struktur sosial dan nilai-nilai keluarga dalam masyarakat Batak Toba.

Selain rumah adat Bolon, pengunjung juga dapat menemukan daya tarik lainnya di Huta Siallagan, yaitu situs Batu Persidangan.

Situs Batu Persidangan yang terdiri dari meja dan kursi batu yang telah berusia hingga 700 tahun.
Situs Batu Persidangan yang terdiri dari meja dan kursi batu yang telah berusia hingga 700 tahun.

Situs ini terdiri dari meja dan kursi batu yang telah berusia hingga 700 tahun. Dipercaya bahwa tempat ini digunakan oleh para raja Batak pada masa lalu untuk mengadakan sidang, merumuskan kebijakan penting, dan bahkan menentukan pernikahan.

Meja dan kursi batu ini masih terjaga dengan baik dan menjadi saksi sejarah dari berbagai keputusan penting yang diambil dalam masa lampau.

Huta Siallagan bukan hanya tempat untuk belajar sejarah dan budaya Batak, tetapi juga memberikan kesempatan langka bagi pengunjung untuk merasakan kehidupan tradisional yang telah ada selama berabad-abad.

Tiap sudut perkampungan ini memancarkan cerita dan kebijaksanaan dari masa lalu, mengajak pengunjung untuk lebih menghargai dan memahami kekayaan budaya lokal yang lestari.

Dengan segala pesonanya, Huta Siallagan di Pulau Samosir tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, tetapi juga menjaga keaslian serta warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Batak Toba dan Indonesia secara keseluruhan.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#danau toba #pulau samosir