Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Ibadah Natal, Umat Kristiani di Jembrana Kenakan Busana Adat Bali

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 26 Desember 2023 | 02:09 WIB
BUSANA ADAT BALI:Sejumlah umat Kristiani di Desa Blimbingsari menggenakan busana adat bali saat melaksanakan Ibadah di Gereja Pniel Blimbingsari, Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (25/12).
BUSANA ADAT BALI:Sejumlah umat Kristiani di Desa Blimbingsari menggenakan busana adat bali saat melaksanakan Ibadah di Gereja Pniel Blimbingsari, Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (25/12).

JEMBRANA, JEMBRANA EXPRESS - Pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Pniel, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Jembrana mengusung adat Bali.

 

Ratusan umat Kristiani terlihat mengenakan busana adat Bali saat melaksanakan ibadah Natal, Senin (25/12).

 

Salah seorang warga Desa Blimbingsari, Nyoman Suratmininghati ,60, mengatakan umat Kristiani khususnya di Desa Blimbingsari memang sejak dulu selalu mengenakan busana adat bali saat ibadah.

 

"Ada sih yang tidak mengenakan adat Bali, biasanya mereka yang kerja diluar daerah pakai pakaian biasa rapi. Tapi kalau yang disini pakai adat Bali," ujarnya.

Hal serupa juga dilontarkan Ketua Relawan Pniel Blimbingsari I Komang Setia Pursa. Ia mengatakan, dalam perayaan Hari Raya Natal di minggu pertama, warga biasanya beribadah menggunakan busana adat Bali. 

 

"Minggu pertama biasa kami pakai adat Bali, minggu kedua kami pakaian nasional,” jelasnya. 

 

Selain menggunakan pakaian adat Bali, dalam ibadah yang dilaksanakan umat Kristiani di Desa Blimbingsari ini juga diikuti dengan musik gambelan, seperti layaknya umat Hindu Bali dalam acara keagamaan. 

 Baca Juga: Densus 88/ Anti Teror Polri Amankan 18 Orang Terduga Teroris Saat Natal

"Kami tidak boleh menghilangkan adat Bali, ada juga tari-tarian dengan payas Bali," terangnnya. 

 

Tidak hanya busana adat Bali, ornamen atau hiasan penjor yang merupakan ciri khas masyarakat Bali dalam menyambut hari raya Galungan juga terihat disepanjang jalan desa. Pemasangan penjor di Desa Blimbingsari digunakan untuk hiasan Natal.

 

Setia menambahkan, seluruh warga Desa Blimbingsari yang menganut agama Kristen melakukan pemasangan penjor layaknya agama Hindu di Bali saat Hari Raya Galungan. 

 

"Kami melakukan pemasangan penjor di tiga hari raya kami, saat Hari Pentakosta, Hari Paskah, dan Hari Raya Natal dengan nuansa adat hindu di Bali," paparnya.

Selain menghias rumah dengan berbagai hiasan berbahan daun janur, pohon Natal juga tetap di hias dan dipajang di depan teras rumah warga Kristiani. 

 

Disamping itu, umat Kristiani di Desa Blimbingsari juga melaksanakan pemotongan daging bersama, dalam istilah Hindu Bali disebut "Mepatung". 

 

"Kami umat Kristiani di Desa Blimbingsari ini mengadopsi adat Bali, sehingga perayaan hari raya kami gunakan adat Bali, seperti pakaian bahkan alat musik ketika beribadah," terangnya. 

 

Sementara, Kepala Desa Blimbingsari I Made Jhon Ronny mengatakan, pemasangan penjor pada saat perayaan Hari Raya Natal memang ada sejak dulu. 

 

"Ini memang sudah ada sejak dulu, sudah turun-temurun," pungkasnya. (*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#Kristiani #umat kristiani #natal #jembrana #adat bali