NEGARA, JEMBRANA EXPRESS – Ironis sekali, di Bali masih ada gedung sekolah negeri tak layak pakai lantaran kondisinya rusak parah.
Ini terjadi di SD Negeri 5 Dauhwaru, Negara, Jembrana yang diketahui sudah rusak sejak tiga tahun lalu.
Kepala SD 5 Dauhwaru, Sukati menyebutkan akibat kerusakan gedung dan fasilitas sekolah lainnya, siswa harus belajar bergantian.
“Ini rusaknya sejak tiga tahun lalu. Tahun 2021 lalu saya dipindah (jadi kepala sekolah) ke sini, kondisi sudah rusak seperti ini,” ujarnya pada wartawa, Jumat (12/1).
Sedikitanya kata Sukati ada tiga ruangan kelas yang mengalami kerusakan yakni ruang kelas 2, 3 dan 4.
Ketiga ruangan itu mengalami kerusakan parah pada bagian plafon. Bahkan dibeberapa sudut ruangan, plafon mengalami jebol.
“Separuh ruang kelas sudah tidak ada atap plafon dan gentengnya banyak yang bocor. Kalau hujan turun, ruang kelas penuh berisi air,” terangnya.
Selain itu, ia menyebutkan jika atap plafon dari salah satu ruangan kelas sempat jatuh. Bersyukur saat kejadian tersebut tidak menimpa anak-anak sekolah.
“Pernah plafonnya ambruk, tapi untung pas anak-anak liburan. Kalau pas hujan, kami siasati memindahkan belajar di ruang perpustakaan. Sedangkan kalau yang kelas muridnya sedikit, satu ruang kelas kami bagi dua, supaya bisa belajar,” imbuhnya.
Selain mengalami kerusakan pada atap plafon, beberapa titik tembok gedung sekolah juga terlihat mengalami keretakan.
Kondisi itu disebut Sukarti diduga karena kontur tanah yang labil yang berpengaruh pada tembok bangunan.
“Beberapa daun jendela kami lepaskan karena tembok banyak retak dan saat musim hujan kusen pintunya bergeser (renggang) termasuk kusen-kusen jendela,” paparnya.
Terkait kerusakan itu, tiga tahun lalu pihaknya diakui Sukati sudah sempat mengajukan proposal perbaikan ke dinas terkait. Namun hingga kini belum juga terealisasi.
Kondisi sekolah yang semakin mengkhawatirkan ini dinilainya sangat membahayakan proses belajar-mengajar disekolah. Apalagi aktifitas anak-anak saat bermain tidak seluruhnya bisa terpantau.
"Memang sementara ini belum pernah ada murid (anak-anak) yang tertimpa material bangunan, semoga saja tidak sampai terjadi. Kami berharap kerusakan dapat segera diperbaiki,” sambungnya.(*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express