Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Puluhan Tahun Tergerus Abrasi, Akhirmya Pengerjaan Senderan Pantai Pebuahan di Jembrana Dimulai Pertengahan April 2024

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 8 Mei 2024 | 01:13 WIB
Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat mengecek kondisi pesisir Pantai Pebuahan yang mendapat bantuan penanganan abrasi Kementrian PUPR  yang akan dimulai pertengahan April 2024.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat mengecek kondisi pesisir Pantai Pebuahan yang mendapat bantuan penanganan abrasi Kementrian PUPR yang akan dimulai pertengahan April 2024.

JEMBRANA EXPRESS - Penanganan abrasi berupa pembangunan senderan di pesisir Pantai Pebuahan,Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dipastikan dimulai pada pertengahan April 2024. Pembangunan dinding pengamanan pesisir pantai itu dilakukan dengan bangunan utama berupa revetmen pasangan batu alam.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jembrana, I Wayan Sudiarta saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/5/2024).

“Kami sudah menerima surat permakluman pembangunan revetmen pantai yang akan dilaksanakan di Desa Banyubiru oleh Kementrian PUPR,” ujarnya.

Baca Juga: Selain Garang di Lapangan, Ternyata Center Back Bali United Ini Co-Founder SSB Elit di Bangkok

Sesuai dengan isi surat, sambung Sudiarta, pertanggal 25 April 2024 disebutkan sudah dimulai pembangunannya. Jika sesuai aturan, maka pertengahan bulan April ini sudah mulai dikerjakan.

“Bangunan utama berupa revetmen pasangan batu alam sepanjang 900 meter dan elevasi puncak sekitar 5 meter," terangnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut! Minibus Tabrakan Dengan Kereta Api di Pasuruan, Tiga Orang Meninggal

Hai itu sebut Sudiarta tentunya menjadi kabar baik bagi warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, khususnya yang tinggal di pesisir Pantai Pebuahan yang selama sepuluh tahun terakhir hidup berdampingan dengan terjangan abrasi.

“Pembangunan senderan pengaman pantai Banjar Pebuahan merupakan hasil dari usulan Bupati Jembrana nomor 610/081/PUPRPKP/2022 pada 20 Januari 2022, kepada pemerintah pusat. Proposal tersebut dijawab dengan realisasi membangun senderan pantai pada tahun 2024,” imbuhnya.

Baca Juga: Kisah Pendiri Kerajaan Mengwi Abadi di Pura Pucak Mangu: Tempat Bertapa I Gusti Agung Putu, Stana Dewa Sangkhara


Selain revetmen sebagai bangunan utama, lanjut Sudiarta, juga akan dibangun fasilitas tambahan berupa walkway dari paving blok beton sepanjang 900 meter di atas puncak revetment.

Termasuk pembangunan saluran drainase dari pasangan batu alam sebagai antisipasi overtopping gelomban dan juga fasilitas akses naik dan turun warga atau nelayan dengan delapan tangga pasangan batu sebagai akses dari perumahan warga ke puncak walkway.

“Jadi warga terutama nelayan akan lebih mudah untuk akses ke pantai," paparnya.

Baca Juga: Pura Luhur Natar Sari: Tempat Nunas Taksu dan Pasupati Barong maupun Rangda

Kepada masyarakat sekitar proyek, Sudiarta menghimbau agar dapat mendukung penuh pelaksanaan pembangunan proyek senderan ini. Selain itu, ia juga meminga warga untuk ikut mengawasi pembangunan proyek senderan ini agar terlaksana sesuai dengan perencanaan dan harapan masyarakat.

“Mohon permakluman warga sekitar pantai yang dekat dengan lokasi pembangunan senderan. Karena selama 240 hari pengerjaan, tentunya akan banyak aktivitas pekerjaan di pantai yang mengerjakan proyek. Segala bentuk apapun yang berpotensi menimbulkan masalah yang menganggu terlaksananya proyek, harus diselesaikan secara musyawarah,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#jembrana #kementrian pupr #pantai pebuahan #abrasi #revetment