JEMBRANA EXPRESS - Dalam upaya pengendalian populasi Hewan Penular Rabies (HPR) dan mencegah kenaikan kasus rabies, Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melaksanakan sterilisasi dan vaksinasi rabies di Aula Desa Mendoyo Dauhtukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (30/5).
Baca Juga: Diadili Kasus OTT Rp10 Miliar, Bendesa Adat Berawa Badung Bali Tertunduk
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa, mengatakan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan Yayasan Seva Buana Denpasar serta komunitas pecinta hewan khusus anjing atau Dog Lover. Kegiatan sterilisasi dan vaksinasi HPR ini dilakukan dengan sistem stasioner (satu tempat).
"Secara umum, populasi hewan terutama anjing belum sepenuhnya terkontrol di semua wilayah, termasuk Jembrana," ujar Widarsa.
Widarsa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah yang belum tersentuh vaksinasi massal. Pelaksanaan kastrasi dan operasi ovariohisterektomi (OH) menargetkan 50 ekor hewan.
"Kami bersinergi dengan yayasan dan komunitas pecinta hewan. Mereka juga berperan dalam mencari anjing yang diliarkan untuk dilakukan sterilisasi dan kemudian vaksinasi," ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Selain itu, Widarsa menyebutkan bahwa wilayah yang disasar dipilih berdasarkan permintaan yayasan dan komunitas Dog Lover Jembrana, karena sebelumnya Desa Mendoyo Dauh Tukad sempat ditemukan kasus positif rabies.
"Secara umum warga cukup antusias datang. Mungkin mereka semakin sadar akan pentingnya vaksinasi dan sterilisasi. Namun, di sisi lain, ada juga HPR yang ditemukan karena diliarkan," terangnya.
Baca Juga: Satpol PP Jembrana Tertibkan Puluhan Reklame yang Menyalahi Aturan
Lebih lanjut, Widarsa menuturkan bahwa jumlah vaksinasi rabies HPR di seluruh Jembrana pada periode Januari hingga 29 Mei 2024 baru mencapai sekitar 23 persen dari total populasi HPR yang mencapai 44.076 ekor. Sedangkan untuk kasus HPR positif rabies sebanyak 20 ekor.
"Itu mencakup semua HPR, baik anjing maupun kucing. Kami berharap ke depannya kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi semakin tinggi sehingga kasus positif rabies bisa ditekan dan jauh berkurang dari tahun sebelumnya," pungkasnya.
Baca Juga: Kebakaran Gudang di Gianyar: Barang-Barang Kerajinan Ludes, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp1,5 Miliar
Kegiatan ini lanjut Widarsa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan sterilisasi hewan peliharaan untuk mencegah penyebaran rabies dan menjaga kesehatan masyarakat.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa