JEMBRANA EXPRESS - Masyarakat di Kabupaten Jembrana diimbau untuk waspada terhadap peningkatan kasus flu Singapura yang dilaporkan mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir.
Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam gatal seperti cacar dan terutama menyerang anak-anak usia 10 tahun ke bawah.
Flu Singapura, yang dikenal dengan nama Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), memiliki gejala seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, hidung tersumbat, ruam pada siku dan lutut, ruam gatal pada telapak tangan dan telapak kaki yang bisa menyebar ke bagian tubuh lain, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.
Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, Dr. Made Dwipayana, menyampaikan bahwa jumlah kasus flu Singapura yang terkonfirmasi di wilayahnya menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bendesa Adat Berawa I Ketut Riana Minta Dibebaskan, GPS Kembali Ungkit Menguapnya OTT Imigrasi
"Flu Singapura di Jembrana sampai saat ini agak banyak karena adanya perubahan cuaca. Gejalanya dimulai dengan flu, diikuti dengan bintik-bintik yang sebagian besar timbul di telapak kaki dan tangan," terangnya.
Dr. Dwipayana juga menjelaskan bahwa data khusus untuk flu Singapura tidak tersedia secara terpisah karena flu ini tercatat bersama dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Flu Singapura tidak terlalu mengkhawatirkan. Pasien biasanya cepat sembuh dengan peningkatan kondisi tubuh dan pemberian obat flu, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya," jelasnya.
Meski begitu, pihaknya berharap agar masyarakat tetap waspada dan selalu menjaga kesehatan anak-anak mereka dengan menjaga kebersihan.
“Dan yang terpenting segera memeriksakan anak-anak yang menunjukkan gejala flu Singapura ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkasnya.
Sementara itu, seorang warga Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Putu Andayani,38, menceritakan pengalaman anaknya yang sempat terkena flu Singapura. Sebelum muncul ruam di beberapa bagian tubuh, anaknya mengalami demam tinggi.
“Awalnya siang itu anak saya suhu badannya sempat panas tinggi, saat tidur siang juga tidak nyenyak,” ujarnya.
Kemudian sore harinya mulai muncul ruam pada bagian belakang leher, di punggung, dan sekitar telinga.Penyebaran ruam semakin banyak muncul mulai dari siku, lutut, telapak tangan, dan kaki.
“Besok paginya saya dapati ruam sudah menyebar di bagian siku, lutut, telapak kaki, dan tangan. Langsung saya bawa ke dokter,” paparnya.
Setelah mendapatkan perawatan dan diberikan obat dari dokter, kondisi ruam akibat flu Singapura mulai berangsur pulih. Pengobatan intensif diberikan selama kurang lebih tujuh hari.
“Sekarang anak saya sudah sembuh. Selain diberikan obat sirup antivirus, vitamin, dan salep, dokter juga menyarankan agar selama perawatan anak saya tetap mandi menggunakan campuran cairan antiseptik,” pungkasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa