JEMBRANAEXPRESS.COM - Penyambutan I Gede Winasa di Jembrana semakin ramai, tak hanya di rumahnya di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, namun juga di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Negara.
Menariknya, ratusan simpatisan Winasa, didominasi oleh puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jembrana.
Sejak pagi, simpatisan ini mulai terlihat berkumpul di halaman depan Rutan Kelas II B Negara yang terletak di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara.
Selain masyarakat, kader PDIP juga nampak ramai menyambut kebebasan mantan bupati dua periode ini. Sejumlah kader PDIP juga meneriakkan "Kembang-Ipat".
Anak sulung Winasa, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) juga ikut hadir dan memilih duduk di tengah-tengah simpatisan dan kader PDIP Jembrana.
Baca Juga: Kocak! Tepergok Pemilik Toko, Pelaku Pencurian di Kios Pasar Jimbaran Ngaku Perbaiki Listrik
Ipat menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Rutan Kelas II B Negara, dan menjelaskan bahwa kedatangan simpatisan ini murni bentuk dukungan terhadap Winasa.
"Tidak ada persiapan khusus (penyambutan), karena ini spontanitas dari simpatisan bapak (Winasa), baik yang di rumah maupun di Rutan," ungkap Ipat kepada awak media, Jumat (5/7/2024).
"Penyambutan ini murni sebagai bentuk dukungan kepada mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa atas jasanya selama memimpin Jembrana. Jadi, tolong jangan dikait-kaitkan dengan politik," imbuhnya.
Baca Juga: Heboh di Medsos, WNA Ngamuk di Jimbaran Bali: Tantang Berkelahi Warga, Ganggu Lalu Lintas
Terkait dengan Pbebasan Bersyarat (PB) Winasa, Ipat menyebut bahwa informasi dari Rutan Kelas II B Negara masih menunggu tanda tangan Menteri Hukum dan HAM
"Kami tunggu saja, prosesnya masih berjalan, jadi kami tetap sabar menunggu hasil finalnya," terangnya.
Sementara itu Kader DPC PDIP Jembrana Ketut Suastika atau yang akrab disapa Cohok mengatakan bahwa kedatangan kader PDIP dan simpatisan Winasa ke Rutan Kelas II B Negara adalah spontanitas setelah sebelumnya mendengar kabar adanya pembayaran uang pengganti dan denda oleh I Gede Winasa.
"Masyarakat menganggap Winasa bisa bebas setelah uang pengganti dan denda dibayar, sehingga spontanitas datang ke Rutan untuk memberikan dukungan. Euforia penyambutan ini menunjukkan kecintaan simpatisan yang ingin bertemu dengan I Gede Winasa yang dikenal sebagai bapak pembangunan Jembrana," terangnya.
Baca Juga: Truk Angkut Tebu Kecelakaan di Hutan Gumitir: Muatan Tumpah ke Jalan, Arus Lalu Lintas Tersendat
Cohok mengaku bahwa dirinya mendapat perintah dari Ketua DPC PDIP Jembrana I Made Kembang Hartawan untuk mengoordinir agar situasi kondusif saat penyambutan Winasa, sehingga dapat berjalan aman dan tertib.
"Mereka datang dari berbagai simpul masyarakat, mereka ingin bertemu dan melihat langsung bapak Winasa," paparnya.
Setelah pihaknya koordinasi dengan Kepala Rutan mendapat penjelasan PB Winasa masih ada proses dan menunggu tandatangan (SK) Menteri Kemenkum HAM.
Baca Juga: Indah Dipandang, Manfaat Segudang: Berikut Ini Lima Manfaat Bunga Mawar Bagi Kesehatan
"Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan, karena itu kami sampaikan ke massa untuk membubarkan diri," pungkasnya.
Disisi lain, personil Polres Jembrana sempat turun melakukan pengamanan di areal Rutan Kelas IIB Negara. Namun akhirnya bubar setelah perwakilan massa bertemu dan mendapatkan penjelasan dari Rutan Negara.
Editor : I Gde Riantory Warmadewa