JEMBRANA, BALI EXPRESS - Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengunjungi pabrik Mitra Prodin di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo pada Jumat (5/7/2024).
Kunjungan bertujuan untuk memantau langsung penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya anak muda.
Dalam kunjungan itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menekankan pentingnya keterlibatan anak-anak muda Jembrana khususnya dalam sektor industri di daerahnya.
“Setelah kami buka per Juli khusus untuk anak-anak muda, ternyata maksimalnya belum terpenuhi. Di sini kan butuh 600 orang, maka saya datang langsung ke Mitra Prodin untuk melihat situasinya," ujar Tamba.
Menurutnya, berdirinya perusahaan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan dan pekerjanya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Usai Terdengar Ledakan, Scorpio Milik Sudarma di Klungkung Ludes Terbakar
Masyarakat di sekitar lokasi pabrik dapat mengambil peluang untuk menyediakan tempat tinggal bagi para pekerja, serta menjalin kerja sama dengan perusahaan untuk menyediakan makanan bagi mereka.
“Masyarakat di sini juga mendapatkan dampak positif. Seperti yang sudah kami dengar, ada salah satu karyawan yang telah menyewa kos di sini dengan harga 500 ribu per bulan. Jika semua kos-kosan berjalan dengan baik, ekonomi di sini akan semakin berkembang. Inilah alasan kami mendukung investasi di Jembrana. Jika beberapa investasi serupa ada di Jembrana, tentunya ekonomi akan semakin maju,” tuturnya.
Tamba yang juga seorang politikus Demokrat itu berharap kunjungannya dapat meningkatkan minat anak-anak muda Jembrana untuk bekerja di PT. Mitra Prodin.
"Saya setelah melihat seperti ini, mudah-mudahan minatnya meningkat. Itu tujuan saya datang ke sini, memastikan bahwa Mitra Prodin ini 60 persen sampai 70 persen yang bekerja di sini adalah anak-anak Jembrana,” ucapnya.
Dengan menggaji karyawan sebesar Rp 2,5 juta per bulan, Nengah Tamba menekankan pentingnya sirkulasi uang di dalam daerah.
Kunjungan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak anak muda Jembrana untuk berpartisipasi aktif dalam dunia industri, serta memperkuat perekonomian lokal.
“Bayangkan kalau kami bisa penuhi 600 orang, uang beredar di Jembrana luar biasa. Jangan sampai produk industri ini beredar keluar, biar beredar di sini, dapat gaji di sini, uangnya dihabiskan di Jembrana,” pungkasnya. (tor)
Editor : I Gde Riantory Warmadewa