Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Wabup Ipat Sentil Kinerja ASN di Tengah Fiskal Seret: Jangan Habis Anggaran Tanpa Dampak!

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 6 April 2026 | 17:32 WIB
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna saat memimpin apel rutin di halaman Kantor Bupati Jembrana, Senin (6/4/2026). (istimewa)
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna saat memimpin apel rutin di halaman Kantor Bupati Jembrana, Senin (6/4/2026). (istimewa)

 

JembranaExpress.Com - Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, melontarkan peringatan keras kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

 

Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, ia menegaskan agar tidak ada lagi penggunaan anggaran tanpa hasil nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Rutan Negara Over Kapasitas 200 Persen, Didominasi Kasus Narkotika

Pernyataan itu disampaikan saat memimpin apel rutin, Senin (6/4/2026), di halaman Kantor Bupati Jembrana.

 

“Jangan terjebak pada kegiatan rutinitas tanpa dampak. Setiap rupiah harus berorientasi pada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

 

Wabup yang akrab disapa Ipat itu secara tegas meminta seluruh perangkat daerah mengubah pola kerja lama yang cenderung administratif menjadi berbasis output dan outcome.

 

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang berdampak pada fiskal daerah harus dijawab dengan inovasi, bukan sekadar menjalankan program rutin tahunan.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Mendoyo, Puluhan Rumah Warga Terendam

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip empati fiskal, yakni kesadaran bersama untuk menggunakan anggaran secara efisien. Penghematan operasional seperti penggunaan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi langkah awal yang wajib dilakukan seluruh OPD.

 

“Efisiensi itu bukan pilihan, tapi keharusan. Kita harus bisa beradaptasi dengan kondisi,” ujarnya.

 

Tak hanya menyoroti kinerja ASN, Wabup Ipat juga menekankan perubahan paradigma pembangunan, dengan menempatkan desa dan kelurahan sebagai aktor utama, bukan lagi objek.

 

Ia meminta seluruh perangkat daerah melakukan konvergensi program yang benar-benar menyasar kebutuhan desa berbasis data dan potensi lokal.

Baca Juga: Curanmor di Bali: Pelaku Asal Luar Daerah Ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk, Motor Dicuri di Denpasar Selatan

“Desa adalah subjek strategis. Kalau program tidak menyentuh desa, maka dampaknya tidak akan maksimal,” tegasnya lagi.

 

Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus mendorong kemandirian desa di Kabupaten Jembrana.

Baca Juga: Sopir Truk Blokade Dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Protes Skema TBB saat Arus Balik

Di akhir arahannya, Wabup Ipat mengingatkan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam setiap program pemerintah. Ia menegaskan seluruh perangkat daerah tetap harus bekerja sesuai target RPJMD, namun dengan pendekatan yang lebih efektif dan berdampak langsung.

 

“Yang kita kejar bukan sekadar serapan anggaran, tapi hasil nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#ipat sentil kinerja asn #asn jembrana #Pemkab Jembrana #Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna #Apel rutin