Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Bupati Kembang Ultimatum Penyaluran Bantuan Pangan: Maksimal 5 Hari Harus Tersalurkan!

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 6 April 2026 | 17:35 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan penyerahan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan minyak goreng, Senin (6/4/2026). (istimewa)
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan penyerahan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan minyak goreng, Senin (6/4/2026). (istimewa)

 

JembranaExpress.Com - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintah desa dan kelurahan agar tidak menunda penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

 

Ia menegaskan, bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan minyak goreng harus sudah diterima warga maksimal lima hari setelah tiba di titik distribusi.

Baca Juga: Wabup Ipat Sentil Kinerja ASN di Tengah Fiskal Seret: Jangan Habis Anggaran Tanpa Dampak!

“Jangan ditunda-tunda. Begitu bantuan datang, langsung salurkan. Saya tidak ingin bantuan ini menumpuk lebih dari lima hari,” tegasnya saat memimpin penyaluran bantuan secara maraton di Kecamatan Pekutatan, Negara, dan Melaya, Senin (6/4/2026).

 

Program bantuan ini merupakan alokasi pemerintah pusat melalui Perum BULOG wilayah Bali untuk periode Februari dan Maret 2026.

 

Total bantuan yang digelontorkan mencapai 557 ton beras dan 111.496 liter minyak goreng, yang diperuntukkan bagi 27.874 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Seluruh penerima telah terdata dalam Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN).

 

Dalam penyaluran tersebut, setiap keluarga menerima 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.

 

Bupati Kembang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, jajaran BULOG Bali, serta Forkopimda memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

 

Tak hanya soal kecepatan, Bupati juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penyaluran bantuan. Ia meminta aparat desa dan banjar proaktif membantu warga yang tidak mampu hadir secara langsung.

Baca Juga: Rutan Negara Over Kapasitas 200 Persen, Didominasi Kasus Narkotika

“Kalau ada warga lansia atau sakit, jangan tunggu. Harus diantar langsung ke rumahnya,” tegasnya.

 

Selain itu, Bupati Kembang juga melakukan pengecekan langsung terhadap kualitas bantuan pangan yang disalurkan. Ia memastikan beras yang dibagikan berada dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

 

Langkah ini dilakukan untuk menjamin bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi ketahanan pangan masyarakat.

 

Salah satu penerima manfaat asal Melaya, Nyoman Arini (42), mengaku bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

 

“Astungkara, bantuan ini sangat meringankan. Uang untuk beli beras bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti listrik,” ujarnya.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Mendoyo, Puluhan Rumah Warga Terendam

Penyaluran bantuan pangan ini akan terus berlanjut secara bertahap ke wilayah Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana.

 

Melalui percepatan distribusi ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga sekaligus mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#cadangan beras #dtsen kemensos #bantuan sosial bali #Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan