Keren Habis! Mahasiswa Jepang Belajar Budaya ke Pondok Literasi Sabih di Pedawa Buleleng,Bali Utara

I Putu Mardika • Dipublikasikan Senin, 9 September 2024 | 05:58 WIB
Mahasiswa Jepang diajak  menari dan disuguhi permainan tradisional Desa Pedawa, Buleleng, Bali Utara.
Mahasiswa Jepang diajak menari dan disuguhi permainan tradisional Desa Pedawa, Buleleng, Bali Utara.

JEMBRANAEXPRESS.COM-Pondok Literasi Sabih Pedawa di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng dikunjungi rombongan mahasiswa Universitas Tokyo, Jepang.

 

Kunjungan ke Pedawa Buleleng ini merupakan bagian dari program pertukaran budaya yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman lintas budaya antara Jepang dan Indonesia.

 

Kerjasama ini terselenggara berkat kolaborasi antara Pondok Literasi Sabih Pedawa dan Jaringan Ekowisata Desa (JED), sebuah lembaga yang fokus pada pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dan kebudayaan.

Rombongan yang terdiri dari 18 mahasiswa dan satu dosen pendamping juga menginap semalam untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Pedawa.

 

Wayan Sadyana, pendiri Pondok Literasi Sabih, menyatakan bahwa anak-anak di Pondok Literasi Sabih mendapat pengalaman berharga dari interaksi dengan mahasiswa Jepang.

Mereka tidak hanya belajar menerima tamu dengan latar belakang budaya yang berbeda, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdialog tentang Jepang dan budayanya.

 

"Anak-anak Pondok Literasi Sabih dengan bangga menunjukkan kreativitas mereka, seperti tarian Bali, permainan tradisional Desa Pedawa, seperti permainan gangsing, serta membuat canang," ujar Sadyana pada Kamis (5/9/2024).

 

Para mahasiswa Jepang juga diberi kesempatan untuk memakai pakaian adat Bali dan berfoto bersama, memperkaya pengalaman lintas budaya mereka.

 

Selain itu, mereka juga disuguhkan permainan tradisional yang merupakan hasil revitalisasi Pondok Literasi Sabih, yang selama ini aktif menggali kembali permainan yang hampir punah di Pedawa.

Tidak hanya fokus pada permainan tradisional, Pondok Literasi Sabih juga pernah melakukan revitalisasi sastra lisan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali.

 

Pada tahun 2022, sastra lisan "I Jaum" yang hampir punah dihidupkan kembali dan dipentaskan dalam bentuk drama.

 

Kolaborasi dengan pihak asing bukanlah hal baru bagi Pondok Literasi Sabih. Sejak didirikan pada 2018, komunitas ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan Jepang, seperti Universitas Ohkagakuen (2019), Universitas Iwate (2018, 2019, 2023), serta sekolah menengah dari Kota Hita, Jepang.

Selain itu, komunitas ini juga terlibat dalam produksi film dokumenter yang diproduksi oleh TVRI Denpasar pada tahun 2019, yang mengangkat permainan tradisional gasing.

 

“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda, terutama di tengah arus digital dan dominasi permainan online,” tambah Sadyana.

 

Pondok Literasi Sabih, yang didirikan pada 18 Agustus 2018, awalnya adalah tempat belajar bahasa Inggris bagi anak-anak Desa Pedawa.

 

Seiring berjalannya waktu, komunitas ini berkembang menjadi pusat pendidikan yang mengajarkan bahasa Jepang, bahasa Bali, budaya Pedawa, serta tradisi mesatua Bali.(*)

Editor : Suharnanto Jembrana Express
jepang PEDAWA bali utara buleleng tokyo mahasiswa