Miris! Perkelahian Antar Pelajar di Sleman Yogjakarta, Satu Tewas Terkapar di Jalanan

Suharnanto Jembrana Express • Dipublikasikan Senin, 9 September 2024 | 15:14 WIB
Perkelahian antar pelajar terjadi di Sleman, Yogjakarta mengakibatkan seorang tewas.
Perkelahian antar pelajar terjadi di Sleman, Yogjakarta mengakibatkan seorang tewas.

JEMBRANAEXPRESS.COM– Tragis, perkelahian antar pelajar di Seyegan, Sleman, Yogjakarta mengakibatkan satu korban tewas setelah aksi kejar-kejaran di jalanan.

 

Insiden perkelahian antar pelajar yang terjadi pada Minggu dini hari (8/9/2024) sekitar pukul 02.00 WIB ini sempat disangka sebagai aksi klitih, namun polisi membantahnya.

 

Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bukan klitih, melainkan tawuran antar pelajar yang berakhir dengan kecelakaan lalu lintas.

"Itu bukan klitih tetapi perkelahian antar pelajar," kata Pujiono saat dikonfirmasi pada Minggu (8/9/2024).

 

Kejadian bermula di kawasan utara Padukuhan Tegalweru, Kalurahan Margodadi, Seyegan, ketika dua kelompok pelajar terlibat tawuran yang kemudian memicu aksi kejar-kejaran di jalanan.

Dalam insiden tersebut, seorang pelajar berinisial ALF ,15, tewas setelah terjatuh dari kendaraan saat kejar-kejaran berlangsung.

 

Korban mengalami luka parah akibat tabrakan dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Tanah Longsor di Kintamani, Bangli: Satu Pekerja Proyek Coffee Shop Tewas Tertimpa Reruntuhan

Pujiono menegaskan bahwa tidak ada unsur spontanitas dalam insiden ini. "Mereka saling kejar-kejaran dan akhirnya saling bertabrakan," jelasnya.

 

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi peristiwa tersebut. "Kasus ini sudah masuk dalam proses penyelidikan, dengan dukungan dari Polresta Sleman," tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto Ardi, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya preventif untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan, termasuk meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan dan merespons cepat laporan warga.

 

Ardi juga mengimbau agar orangtua lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

 

"Peran dan kepedulian orangtua sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat dalam kejahatan, baik sebagai pelaku maupun korban," pesannya. (*)

Editor : Suharnanto Jembrana Express
Sumber : Radar Jogja
perkelahian yogjakarta sleman antar pelajar satu tewas