JembranaExpress.Com - Arus balik Lebaran 2026 menuju Pulau Dewata mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Ribuan pemudik memilih kembali lebih awal guna menghindari puncak kemacetan, terutama di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 128.725 orang telah memasuki Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, sejak H+1 hingga H+3 Lebaran. Lonjakan ini menjadi sinyal awal padatnya arus balik tahun ini.
Tidak hanya penumpang, volume kendaraan juga mengalami peningkatan tajam. Tercatat sebanyak 23.642 unit sepeda motor dan 13.328 unit mobil pribadi Seluruh kendaraan tersebut menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, menuju Bali.
Fenomena arus balik lebih awal ini dipicu pengalaman kurang menyenangkan saat arus mudik. Banyak pemudik mengaku kapok terjebak antrean panjang.
Salah satunya, Muhamad Arif Santoso (40), pemudik asal Probolinggo, memilih kembali lebih cepat demi kenyamanan keluarga.
Ia mengaku trauma setelah sebelumnya harus antre hingga belasan jam saat hendak masuk pelabuhan.
Hal serupa juga disampaikan Agung Samudra (44), pemudik roda dua tujuan Denpasar. Ia sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan kendaraan di puncak arus balik.
Pihak ASDP mencatat adanya tren kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya. Pada H+2, terjadi peningkatan sebesar 6,6 persen.
Baca Juga: Nyepi dan Gagasan “Bumi Beristirahat”: Perspektif Sosiologi Lingkungan dan Keberlanjutan
Sementara itu, pada H+3 saja, jumlah penumpang mencapai 44.898 orang (tahun 2026) dan 42.108 orang (tahun 2025). Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat pasca Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, ASDP mengoperasikan 223 trip kapal hanya dalam satu hari pada H+3.
Pada hari tersebut juga tercatat sebanyak 8.691 unit sepeda motor dan 4.644 unit mobil pribadi telah berhasil menyeberang masuk ke Bali.
Baca Juga: Perjalanan Mudik Berakhir Tragis, Ibu 39 Tahun Meninggal di Pelabuhan Gilimanuk
ASDP memprediksi arus balik akan terjadi dalam beberapa gelombang. Setelah lonjakan awal pada 24 Maret, kepadatan diperkirakan kembali meningkat pada:
Periode ini diprediksi menjadi puncak arus balik berikutnya, seiring berakhirnya masa libur dan kembalinya aktivitas kerja serta sekolah.
Arus balik Lebaran 2026 menuju Bali sudah mulai terasa sejak H+1, dengan ratusan ribu pemudik dan puluhan ribu kendaraan melintas melalui Pelabuhan Gilimanuk. Tren pemudik yang memilih kembali lebih awal menjadi strategi untuk menghindari kemacetan ekstrem, terutama menjelang puncak arus balik akhir pekan.
Bagi masyarakat yang masih akan melakukan perjalanan, disarankan untuk merencanakan waktu keberangkatan dengan matang guna menghindari kepadatan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa