Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kunjungi Gerokgak, Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari Dorong Buleleng Jadi Sentra Bawang Nasional

Dian Suryantini • Rabu, 8 April 2026 | 17:12 WIB
Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari ke sentra bawang di Gerokgak. (ist)
Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari ke sentra bawang di Gerokgak. (ist)

 

JembranaExpress.Com - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat komitmen ketahanan pangan dengan mendorong pengembangan sentra bawang di Kecamatan Gerokgak.

 

Langkah ini mendapat perhatian langsung dari Muhammad Qodari yang meninjau lahan perkebunan bawang seluas tiga hektar di Desa Sumberkima, Selasa (7/4).

Baca Juga: Rumah Warga Roboh di Mendoyo, Bupati Jembrana Salurkan Bantuan dan Kawal Usulan Bedah Rumah

Dalam kunjungan tersebut, Qodari berdialog langsung dengan para petani untuk menggali berbagai persoalan di lapangan, mulai dari biaya produksi, tata niaga, hingga tantangan pascapanen seperti ketersediaan bibit dan fluktuasi harga.

 

“Petani tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga penopang utama rantai pasok pangan,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya keterkaitan antara produksi pertanian di tingkat desa dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, termasuk dalam mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Namun, Qodari menyoroti adanya tantangan produktivitas bawang di Buleleng. Berdasarkan data tahun 2024, produksi bawang merah tercatat sekitar 3.292 kuintal atau menurun 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun luas panen mengalami peningkatan.

Baca Juga: Karangasem Percepat Digitalisasi Keuangan, KKPD Wajib Diterapkan di Seluruh OPD

“Peningkatan luas panen harus diikuti dengan peningkatan hasil produksi. Ini menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, menyampaikan bahwa Gerokgak merupakan salah satu kawasan strategis pengembangan bawang di Buleleng.

 

Ia menjelaskan, karakteristik wilayah Buleleng yang dikenal dengan konsep “nyegara gunung” memungkinkan pengembangan pertanian di berbagai kondisi lahan, baik dataran rendah maupun tinggi.

Baca Juga: TPA Suwung Dibatasi, Truk Sampah Turun 50 Persen, Bali Menuju Penutupan Total Juli 2026

Pemkab Buleleng pun terus mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai upaya, seperti pendampingan teknis kepada petani, fasilitasi akses permodalan, serta pengusulan bantuan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat mesin pertanian.

 

“Kami terus menguatkan kawasan sentra bawang agar produksi meningkat dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor pertanian, sekaligus menjadikan komoditas bawang sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#kepala staff kepresidenan RI Muhammad Qodari #sentra bawang buleleng #petani bawang #produksi bawang menurun #buleleng