JembranaExpress.Com - Pagi itu, suasana di Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, tampak berbeda. Sejumlah anggota kepolisian, seorang donatur, dan tim kontraktor berdiri di depan sebuah rumah sederhana milik Ni Wayan Damuh.
Tak ada kemewahan di rumah itu. Bangunannya tampak sederhana dengan fasilitas yang serba terbatas. Selama ini, Ni Wayan Damuh dan keluarganya harus menjalani hari-hari tanpa dapur dan kamar mandi yang layak.
Namun, Sabtu (20/6/2026) menjadi awal dari sebuah harapan baru.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bagi Ni Wayan Damuh dipilih sebagai sasaran program bedah rumah yang digagas Polsek Tegallalang dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026.
Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Wiwin Wirahadi, memimpin langsung survei dan pengukuran rumah tersebut. Ia didampingi Waka Polsek Tegallalang Iptu I Wayan Parwata, Kanit Samapta Iptu I Nyoman Widiana, dan Kanit Binmas Aiptu I.B. Arista Tjandra.
Turut hadir pula donatur program bedah rumah, Dewa Padma, bersama tim kontraktor yang dipimpin oleh Eka.
Satu per satu sudut rumah diperiksa. Tim mengecek kondisi bangunan secara menyeluruh dan mengukur setiap bagian rumah. Langkah itu dilakukan untuk memastikan rehabilitasi yang akan dikerjakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penghuni.
Bagi sebagian orang, dapur dan kamar mandi mungkin merupakan fasilitas yang biasa. Namun bagi Ni Wayan Damuh, kehadiran dua ruang sederhana itu akan membawa perubahan besar dalam kehidupannya.
Program bedah rumah tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada Senin, 22 Juni 2026. Nantinya, rumah Ni Wayan Damuh akan direnovasi menjadi hunian yang lebih sehat, nyaman, dan memiliki fasilitas dasar yang layak.
Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi mengatakan, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program bedah rumah ini merupakan salah satu wujud pengabdian Polri kepada masyarakat dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi Ibu Ni Wayan Damuh dan keluarganya, sehingga dapat menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, program ini juga menjadi simbol kepedulian dan gotong royong. Kehadiran para donatur serta dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan dapat diselesaikan melalui kolaborasi dan rasa empati bersama.
Baca Juga: Baleganjur Remaja Duta Jembrana Memukau PKB 2026, Angkat Makna Mendalam Tradisi Ngajum Sekah
Di tengah berbagai tantangan kehidupan, rumah sederhana milik Ni Wayan Damuh kini menyimpan secercah harapan. Dalam waktu dekat, dinding-dinding yang selama ini menjadi saksi keterbatasan akan berdiri dengan wajah baru.
Dan bagi Ni Wayan Damuh, Hari Bhayangkara tahun ini mungkin akan dikenang bukan hanya sebagai peringatan hari lahir Polri, melainkan juga sebagai momen ketika kepedulian datang mengetuk pintu rumahnya, membawa harapan akan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa