JEMBRANAEXPRESS.COM-Kasus pembunuhan sadis Remi Yuliana Putri yang dilakukan pacarnya sendiri Galuh Widy di Denpasar akhirnya terungkap ke publik.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Galuh mengaku terus terang telah membunuh pacarnya Remi yang selama ini sama-sama bekerja sebagai driver taksi online di Denpasar.
Pria asal Sragen, Jawa Tengah itu mengaku sakit hati karena merasa dipermalukan oleh korban di grup WhatsApp para driver.
Ia juga cemburu karena menduga korban memiliki pria lain. Selain faktor emosional, motif ekonomi pun menjadi pendorong, di mana Galuh ingin menguasai mobil Toyota Avanza milik korban.
“Jadi maaf tersangka ini duda dan korban janda, hubungan mereka sudah berjalan 1,5 tahun. Tapi tersangka merasa dipermalukan dan juga cemburu, ditambah ingin menguasai mobil korban,” jelas Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo.
Puncak kekesalan Galuh itu memuncak sehingga merencanakan menghabisi korban dengan lebih dulu menyiapkan pisau yang diambil dari rumah saudaranya.
Niat jahat Galuh diawali pada Kamis, 1 Mei 2025 sekitar pukul 19.30 WITA, Galuh mengajak korban bertemu di sebuah minimarket di kawasan Jalan Mahendradatta, Denpasar.
Keduanya datang dengan mobil masing-masing—korban mengendarai Daihatsu Terios merah maroon, sementara Galuh membawa Avanza. Kedua kendaraan tersebut tercatat atas nama Remi.
Selanjutnya dengan berbekal pisau, Galuh mengajak Remi membeli makanan cepat saji secara drive-thru di kawasan Jimbaran, dan mereka makan bersama di dalam mobil.
Setelah itu, keduanya menuju Jalan Goa Gong, Jimbaran. Di tempat sepi tersebut, terjadi pertengkaran hebat.
Tersulut emosi, Galuh langsung menusuk leher kiri Remi dengan pisau hingga korban terkulai bersimbah darah.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian memindahkan tubuh korban dari kursi depan ke kursi belakang mobil, dengan posisi pisau masih tertancap di leher.
Ia kemudian menyetir mobil korban ke Jalan Kerta Dalem, tempat biasa teman korban memarkir kendaraan.
Di lokasi itu, pelaku memarkir mobil di depan rumah kosong dan meminta temannya menjemputnya.
“Dia sengaja bawa ke sana agar tidak mencurigakan, seolah-olah mobil hanya dititipkan,” ungkap Kompol Laorens.
Jenazah korban ditemukan oleh warga Sidakarya pada Jumat (2/5/2025) didepan rumah kosong Jalan Kerta Dalem Sidakarya Denpasar Selatan. (*)
Editor : Suharnanto