JEMBRANA EXPRESS-Dua prajurit dari Satgas Yonif 133/Yudha Sakti yang bertugas di perbatasan Papua menjadi korban penyerangan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP).
Penyerangan terjadi di Kampung Bousah, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya pada Senin (25/12).
Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Brigjen TNI Dr. Nugraha Gumilar, akibat serangan tersebut, satu prajurit, Kopda Hendrianto, tewas, sementara seorang prajurit lainnya, Pratu Frangky Gulo, mengalami luka kritis.
"Satu prajurit TNI gugur atas nama Kopda Hendrianto dan satu prajurit lagi dalam keadaan kritis atas nama Pratu Frangky Gulo," ujar Brigjen TNI Dr. Nugraha Gumilar dalam keterangan tertulis pada Rabu (27/12) dikutip dari jawapos.com.
Prajurit yang mengalami luka kritis sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Teminabuan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara prajurit yang tewas masih disemayamkan.
"Ini masih dalam perawatan Rumah Sakit Teminabuan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sementara korban yang meninggal masih disemayamkan," tambahnya.
Kapuspen TNI menyatakan bahwa penyerangan yang terjadi pada hari Natal tersebut diduga dilakukan oleh kelompok sayap OPM (Organisasi Papua Merdeka) pimpinan Manfred Fatem.
Baca Juga: Dokter Ungkap Kondisi Muara, Relawan Prabowo-Gibran yang Ditembak Orang Tak Dikenal
"Insiden yang menodai hari Natal ini dilakukan oleh kelompok sayap OPM (Organisasi Papua Merdeka) pimpinan Manfred Fatem," kata Kapuspen TNI.
Serangan tersebut diperkirakan dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) secara tiba-tiba ke Pos Bousha pada pukul 14:00 WIT dari jarak 100 meter.
Meskipun demikian, pihak TNI masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express