Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.A dan diterima oleh Pembina Panti Asuhan Destawan, Ketut Sutresna pada Jumat (29/12) siang.
Prof Suwindia menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa sembako, alat mandi, camilan, alat tulis, minuman ringan hingga peralatan MCK dan uang tunai. Bantuan yang diberikan ini berasal dari donasi sivitas akademika STAHN Mpu Kuturan.
Menurutnya, dengan melihat secara langsung kondisi adik-adik penghuni panti Asuhan Destawan diharapkan turut menggugah simpati dan mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga Pendidikan Agama tidak hanya di tataran teori semata, namun juga di tataran aksi.
“Kami mengajak sivitas akademika secara langsung memperaktikkan nilai-nilai agama dari menyentuh nilai kemanusiaan. Mungkin teman-teman sudah biasa memberikan uang Rp 100 ribu kepada orang lain, tetapi kalau kita memberikan uang Rp 5 ribu kepada orang yang membutuhkan tentu akan dirasa lebih bermanfaat,” katanya.
Kedepan, STAHN Mpu Kuturan tidak hanya rutin memberikan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya. Tetapi dosen dan mahasiswa bisa melakukan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Destawan untuk mengajar anak-anak panti berbagai macam Pelajaran sesuai dengan bidang keilmuan.
“Nanti dosen dosen bisa ajak mahasiswa ke sini (Panti Asuhan). Mahasiswa bisa mengajar adik adik disini. Mereka diajari membaca, menghitung, Bahasa inggris, Bahasa Bali dan Pelajaran lainnya yang sesuai dengan bidang keilmuan,” harapnya.
Sementara itu, Pembina Panti Asuhan Destawan, Ketut Sutresna mengapresiasi atas kunjungan sivitas akademika STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi adik adik penghuni panti untuk senantiasa semangat mengejar cita-cita.
Sutresna berharap kedepan anak didiknya bisa melanjutkan kuliah di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Saat ini, Panti Asuhan Destawan menampung hingga 35 orang anak. Mereka berasal dari lima kecamatan di Buleleng. Yakni Seririt, Sawan, Sukasada, Kubutambahan dan Tejakula.
Selain diberikan tempat tinggal yang layak, puluhan anak panti asuhan ini juga disekolahkan hingga jenjang perguruan tinggi. Saat ini, ada lima orang anak didik dikuliahkan di sejumlah perguruan tinggi di Buleleng.
Panti asuhan yang ia dirikan sejak 2009 ini menempati lahan sekitar 30 are. Lahan ini milik almarhum ayahnya. “Dulu ayah saya berpesan, agar lahan ini digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa mendatangkan manfaat untuk banyak orang,” tutupnya (dik)
Editor : I Putu Mardika