BADUNG, JEMBRANA EXPRESS – Heboh penembakan turis Turki di Villa Palm House, Banjar Pempatan, Desa Tumbak Bayuh, Badung, Selasa (23/1) masih dalam penyelidikan kepolisian.
Berdasarkan olah TKP disertai pemeriksaan saksi-saksi, terungkap sebelum menembak turis Turki tersebut pelaku sempat membekap sekuriti vila.
Informasi yang dihimpun menyebutkan sebelum kejadian, sekuriti Vila Palm House berinisial IMS, 53, melaksanakan tugasnya seperti biasa.
Tak lupa dia melakukan kontrol sekeliling vila sekitar pukul 01.10 dan melihat korban berada di living room bersama teman-temannya.
Saat kembali ke pos, tiba-tiba,datang seorang WNA satu diantaranya pelaku berlagak menanyakan apakah tempat itu benar Villa Palm House atau bukan.
"Pelaku tak menyampaikan apa maksud kedatangannya," ujar sumber.
Kemudian muncul satu orang asing lagi dengan melompati pagar sambil menodongkan senjata api ke arah sekuriti itu lanjut membekap mulutnya. Selanjutnya, pria yang membawa senpi menerobos ke dalam vila dan melakukan penembakan.
Hanya saja sekuriti tidak dapat melihat aksi penembakan lantaran pandangannya terhalang tembok. Setelah terdengar beberapa kali suara tembakan, para pelaku meninggalkan TKP. "Sehingga, sekuriti yang sudah terlepas langsung mengecek kondisi tamu di sana," tambahnya.
Ternyata, turis Turki bernama Turan Mehmet sudah terluka bersimbah darah. Maka IMS langsung meminta pertolongan kepada sekuriti villa tetangga.
Korban selanjutnya diberi perawatan di RS Bali Med, tapi dirujuk ke RS Trijata Denpasar akibat kondisi lukanya yang cukup parah.
Sementara itu, menurut sekuriti Villa Shazadi yang dekat dengan TKP bernama I Ngurah Darma Simantara, 41, awalnya dia mendengar suara keras yang dikira papan jatuh.
"Saya awalnya tidak menyadari bahwa itu adalah tembakan, suara pertama keras yang saya dengar, seperti papan jatuh dan ada teriakan manusia," tuturnya.
Lalu, Darma mengecek tamu yang menginap di villa tempatnya bekerja. Ternyata tidak ada masalah dan tamu sudah tidur. Kemudian, Darma bertanya ke villa lainnya ada apa sebenarnya dam dia mendapat jawaban bahwa tidak ada apa-apa. Sehingga, dia yang masih penasaran berinisiatif membawa sepeda motor mengarah ke TKP untuk mengecek.
Waktu itu Darma bertemu dengan seorang bule berperawakan besar yang sedang duduk di atas sepeda motor.
"Bule itu sempat tanya ke saya ada apa dan apakah saya sekuriti, saya jawab tidak, tapi dia malah langsung pergi pakai motor," imbuhnya.
Dia juga sempat melihat ada satu bule lain yang menaiki motor dengan orang asing yang berbicara dengannya. Di bawahnya terlihat mereka membawa tas. Belakangan, Darma baru mengetahui bahwa bule yang kabur dengan motor tersebut adalah pelaku penembakan. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express