KENDARI, JEMBRANA EXPRESS-Seorang mahasiswi bernama Susianti Marpin ,21, yang sedang menumpang kendaraan temannya, menjadi korban salah tembak oleh polisi pada Rabu (31/1).
Susianti mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia sedang dalam perjalanan pulang dengan kendaraan yang dikemudikan oleh temannya, IK, sementara seorang rekan lagi, BL, duduk di kursi depan.
Mereka membawa mobil hingga ke batas kota, tepatnya di SPBU Konda.
“Saya tidak tahu kenapa ke sana. Di situ dua teman saya ngobrol, tapi saya tidak perhatikan. Saya fokus main ponsel. Lalu ada yang turun dari mobil. Tidak lama, saya sudah tertembak,” katanya dikutip dari Radar Kudus.
Setelah tertembak, teman-temannya tidak membawa Susianti langsung ke rumah sakit.
Sebaliknya, dia dibawa ke rumah salah satu rekan mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Salah satu rekan yang juga pemilik mobil malah pergi, sementara Susianti akhirnya dibawa ke RS Korem beberapa waktu kemudian.
Penembakan itu diakui oleh aparat Polda Sultra, yang mengatakan bahwa tembakan tersebut berasal dari anggotanya yang sedang bertugas dari Ditresnarkoba Polda Sultra.
Saat itu, tim berusaha menangkap rekan korban, IK, yang diduga terlibat dalam transaksi narkoba.
Namun, saat akan ditangkap, IK melarikan diri ke dalam mobil dan melaju dengan cepat, hampir menabrak tim yang bertugas.
Direktur Narkoba Polda Sultra, Komisaris Besar Bambang Tjahyo Bawono, menjelaskan bahwa tembakan tersebut tidak ditujukan kepada korban, melainkan meleset karena mobil melaju kencang.
“Itu bukan menembak saudari, tapi meleset karena mobil melaju kencang. Pada intinya, saat kami akan menangkap IK, ternyata ada adik di dalam mobil,” katanya.(*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express