Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kasus Penganiayaan di Lombok Tengah Berlarut-Larut, Warga Blokir By Pass Mandalika Hingga Keluarkan Ancaman Terkait Pemilu

Suharnanto Jembrana Express • Senin, 5 Februari 2024 | 22:26 WIB
BLOKIR JALAN: Warga Lombok Tengah membakar ban di By Pass Mandalika sebagai aksi protes berlarut-larutnya pengungkapan kasus penganiayaan salah seorang warga.
BLOKIR JALAN: Warga Lombok Tengah membakar ban di By Pass Mandalika sebagai aksi protes berlarut-larutnya pengungkapan kasus penganiayaan salah seorang warga.

LOMBOK TENGAH, JEMBRANA EXPRESS- Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berjanji mengusut kasus bentrokan antar warga di Desa Segala Anyar dengan Desa Ketare, Kecamatan Pujut.

 

"Penanganan kasus bentrokan sedang kami proses, harap keluarga korban bersabar," kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat, dalam pernyataannya di Praya, Lombok Tengah, pada Senin (5/2) dikutip dari ANTARA.

 

Sebelumnya, ratusan warga Desa Segala Anyar melakukan demonstrasi dan menutup Jalan Bypass BIL Mandalika pada Minggu (4/2) sebagai protes terhadap kelambatan penangkapan pelaku penusukan yang mengakibatkan kematian Amaq Alus.

 

Meski telah dua bulan berlalu sejak insiden penusukan yang diduga dilakukan oleh oknum warga Desa Ketare pada akhir Desember 2023, pelaku belum juga ditangkap.

"Kepala Dusun dan keluarga korban telah kami beri penjelasan. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena kesulitan mendapatkan saksi," ungkapnya.

 

Dalam aksi demonstrasi tersebut, masyarakat membakar ban di seluruh jalur, menciptakan kobaran api dan asap yang melonjak tinggi.

 

Akibat pembakaran ban, polisi terpaksa menutup Jalur Bypass Bandara-Mandalika dan merubah jalur lalu lintas.

Baca Juga: Pantai Pandawa Bali Terlalu Ramai? Pantai Tanah Barak Cocok Jadi Alternatif Kalau Bawa Pasangan

"Kami sementara mengalihkan arus lalu lintas. Polres yakin akan berhasil mengungkap kejadian ini, meskipun memerlukan waktu," tambahnya.

 

Masyarakat juga menyelenggarakan zikir dan doa bersama di tengah jalur Bypass Mandalika.

 

Keluarga korban, bernama H Abdussyukur, menegaskan tuntutannya agar aparat kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian anggota keluarganya.

"Kami berkomitmen untuk tidak melakukan aksi lebih lanjut jika pelaku berhasil ditangkap," ujarnya.

 

Tak hanya itu, warga juga mengancam akan golput pada Pemilihan Umum 14 Februari 2024, jika pelaku belum ditangkap. (*)

 

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#bentrokan #penganiayaan #lombok tengah #mandalika