JEMBRANAEXPRESS – Mia Ramadhani dan Nia Ramadhani, dua gadis kembar asal Surabaya, berhasil membuktikan bahwa tidak ikut bimbingan belajar (bimbel) bisa tetap berprestasi. Mereka berdua baru saja diterima di Universitas Airlangga (UNAIR).
Keduanya diterima masih Unair Surabaya melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Selasa (26/3/2024).
“Kami mengucap syukur. Akhirnya, impian kami sejak kecil dapat terwujud pada tahun ini,” papar Mia dari rilis Unair, dikutip Jumat (29/3/2024).
Keduanya ingin masuk Unair karena kakaknya juga alumnus di kampus ternama ini. "Sosok kakak bagi kami sangat berharga, karena terus memotivasi kami agar dapat meneruskan jejaknya,” imbuh Mia.
Mia diterima di program studi S1 Akuntansi, sedangkan Nia di S1 Ilmu Politik. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses ke bimbel ternama, apalagi karena masalah ekonomi.
Mia dan Nia tidak mengikuti bimbel seperti teman-teman lainnya. Keterbatasan finansial keluarga mereka menjadi alasan utama.
Keduanya sempat minder melhat teman-teman sekolahnya yang bisa ikut bimbel.
“Saat di bangku SMA, jujur kami mengalami minder dengan teman lainnya yang dapat bimbel dari kelas 10," katanya.
Namun, mereka tidak patah semangat. Kedua gadis ini memanfaatkan platform Youtube untuk menambah kapasitas mereka selan berlajar di sekolah.
Mereka mencari video materi pelajaran, tips dan trik belajar, serta soal-soal latihan untuk membantu mereka dalam memahami pelajaran.
"Kami menyakini bahwa keterbatasan yang kami alami bukanlah akhir dari segalanya. Kami mengupayakan apapun untuk mewujudkan impian kami sejak kecil,” imbuhnya.
Mia dan Nia tidak belajar sendiri-sendiri. Karena satu angkatan, maka saudara kembar ini bisa belajar bersama dan saling menguatkan satu sama lain.
Mereka saling membantu memahami materi pelajaran, bertukar informasi, dan memotivasi satu sama lain untuk terus belajar dan berusaha.
Mia dan Nia memiliki strategi belajar yang efektif. Mereka membuat jadwal belajar yang teratur, fokus pada materi yang penting, dan selalu berusaha memahami konsep dasar dari setiap pelajaran.
Keberhasilan Mia dan Nia juga tidak lepas dari peran orang tua dan guru mereka. Orang tua mereka selalu memberikan dukungan dan motivasi, sedangkan guru mereka di SMA Negeri 3 Surabaya selalu membantu mereka memahami materi pelajaran dan memberikan bimbingan belajar.
Meskipun kembar, Mia dan Nia punya kegemaran dan minat yang berbeda. Saat di bangku SMA, Mia lebih berminat pada ilmu sosial terutama ilmu ekonomi sekalipun dia sebetulnya anak IPA.
“Saat di bangku 10 ada namanya mata pelajaran lintas jurusan. Salah satunya, ilmu akuntansi dan saat saya menjalani mata pelajaran tersebut merasa cocok dan enjoy menjalaninya," katany, jadi alasan memilih S1 Akuntansi
Sedangkan Nia gemar mgnikuti isu-isu pemerintahan dan politik, sehingga dia memilih S1 Ilmu Politik. ***
Editor : Y. Raharyo